Stok di China bertambah, harga aluminium tergelincir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menutup perdagangan menjelang libur Paskah, aluminium kembali tergelincir. Harganya semakin melemah di tengah meningkatnya persediaan di gudang China. Harga aluminium menyentuh level terendahnya dalam delapan bulan.

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (29/3) aluminium kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) tercatat melemah 1,11% ke level US$ 2.004,50 per metrik ton.

“Tampaknya pasar tetap khawatir pemerintah China yang cukup agresif menjaga produksi setelah musim dingin berakhir,” ujar Edward Meir, Konsultan Komoditas di INTL FCStone seperti dikutip dari Reuters.


Seperti dilaporkan Reuters, persediaan aluminium China telah mencapai rekor tertinggi baru. Shanghai Futures Exchange (ShFE) melaporkan alumunium siap kirim telah mencapai 970.000 ton. Peningkatan cadangan ini semakin menekan harga ditengah isu perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya sejak November hingga Maret pemerintah China memang telah memerintahkan beberapa perusahaan aluminium untuk mengurangi produksi hingga 30%. Langkah ini dilakukan demi menekan tingkat polusi udara di negeri tirai bambu tersebut. Namun pembatasan produksi tetap tidak mampu mengangkat harga karena pergerakan harganya tetap dibayangi penyelidikan komoditas oleh AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati