Stok Domestik Menipis, Ekspor Solar China Diprediksi Melambat



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perusahaan penyulingan minyak di China sejauh ini telah menjual sekitar 500.000 metrik ton diesel atau solar untuk pengapalan bulan November, menurut para pedagang dan perhitungan Reuters berdasarkan data perdagangan. 

Rendahnya stok domestik—yang berada di level terendah dalam beberapa tahun terakhir—menjadi faktor pembatas bagi ekspor.

Mengutip Reuters, Kamis (5/11/2026) ekspor bahan bakar dari China, yang merupakan pemasok penyeimbang (swing supplier) utama di Asia, telah menunjukkan volatilitas sejak pecahnya konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran pada bulan Februari. 


Baca Juga: AC Milan Kembali Gandeng Adidas, Nilai Kontrak Tembus Rp10,22 Triliun

Pemerintah China menerapkan pembatasan untuk memprioritaskan pasokan dalam negeri, dengan mewajibkan perusahaan penyulingan untuk mendapatkan persetujuan setiap bulan sebelum melakukan penjualan ke luar negeri.

Namun, sejak China mulai melonggarkan pengendalian ekspor pada bulan Juli, volume ekspor solar melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir—mencapai 1,33 juta ton pada bulan Agustus dan 1,8 juta ton pada bulan September—yang menyebabkan menipisnya persediaan domestik, ungkap para analis.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Elon Musk Terancam Usai Demokrat Menang Pemilu AS, Ini Pemicunya

Meskipun perusahaan penyulingan belum merampungkan seluruh kesepakatan untuk paruh kedua bulan November, estimasi awal menunjukkan bahwa ekspor diesel bulan ini kemungkinan hanya mencapai maksimal 800.000 ton. 

Angka ini—menurut empat pedagang dan seorang eksekutif industri yang memahami rencana ekspor perusahaan-perusahaan tersebut—merupakan volume terendah sejak bulan September, berdasarkan data bea cukai.