Stok gula Bulog bakal bertambah di akhir 2016



JAKARTA. Perum Bulog mengakomodir pengadaan gula konsumsi. Saat ini, BUMN pangan tersebut tengah mendatangkan raw sugar atau gula mentah untuk digiling dan dijadikan gula konsumsi sebanyak 260.000 ton.

Adapun, saat ini, stok gula di gudang Bulog sekitar 35.000 ton. Dengan stok sebanyak itu, Bulog optimistis dapat menekan harga gula di pasaran yang saat ini masih tinggi di kisaran harga Rp 15.000-Rp 16.000 per kilogram (kg).

Direktur Pengadaan Bulog Wahyu mengatakan, gula impor tersebut akan masuk pada akhir bulan ini dan akan menambah stok gula Bulog sampai akhir tahun. Sebab gula mentah yang masuk akan digiling pada bulan Oktober, sehingga sudah bisa digunakan pada bulan November dan Desember. "Kami berupaya menurunkan harga gula di kisaran Rp 12.500 per kg sesuai dengan instruksi bapak presiden," ujar Wahyu, Senin (19/9).


Wahyu menjelaskan, gula impor yang ada di gudang Bulog harus dijual ke konsumen. Mekanisme yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan distributor lokal untuk membantu penjualan gula impor yang ada.

Kehadiran gula impor ini diharapkan dapat menjadi cadangan nasional mengingat saat ini, terjadi penurunan rendemen gula di kisaran 6% dari rata-rata- 7% hingga 8% secara nasional. Oleh karena itu, diprediksi produksi gula nasional tahun ini akan lebih kecil dari produksi gula tahun 2015 yang mencapai 2,5 juta ton. Untuk tahun ini, produksi gula diperkirakan di kisaran 2,2 juta ton hingga 2,3 juta ton.

Penurunan produksi gula ini disebabkan musim hujan yang berkepanjangan mengakibatkan proses penyinaran matahari terhadap tanaman tebu tidak penuh. Padahal gula itu justru diperoleh dari hasil penyinaran matahari. Selain itu, kondisi sejumlah Pabrik Gula yang sudah tua juga membuat proses pengolahan gula tidak efisien sehingga berdampak pada rendahnya rendemen gula.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini