KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan ketahanan stok
Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional saat ini berada dalam kondisi aman meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas. Pemerintah bersama Pertamina kini tengah bergerak cepat mengamankan pasokan dari sumber-sumber alternatif di luar kawasan konflik. Anggota DEN, Saleh Abdurrahman mengungkapkan, meski terdapat gangguan di jalur logistik global, ketergantungan Indonesia terhadap impor gas dari Timur Tengah masih dapat dimitigasi. Hal ini lantaran komposisi impor gas nasional tidak hanya bertumpu pada satu kawasan saja.
"Sebetulnya kalau LPG impornya sebagian besar dari Amerika Serikat (AS), namun ada juga yang diimpor dari Timur Tengah yang tentu terdampak akibat perang Timteng," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: RI - Korea Selatan Sepakat Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Jaga Stabilitas Kawasan Hingga saat ini, stok LPG nasional dilaporkan berada di level 11,6 hari. Saleh menegaskan bahwa pemerintah menjamin ketersediaan energi di masyarakat tetap terjaga dengan cara mengalihkan basis pengadaan ke pemasok yang lebih stabil. "Secara umum bahwa stok LPG tersebut pada kondisi aman dan saat ini Pertamina terus berupaya untuk mengganti pasokan LPG asal Timteng yang terdampak dengan sumber-sumber pemasok lain," jelasnya. Selain mengamankan pasokan dari sisi hulu, Saleh juga menekankan pentingnya efisiensi konsumsi di sisi hilir. Upaya ini dilakukan agar beban kuota tetap terjaga hingga akhir tahun, terutama melalui pengawasan distribusi yang lebih ketat. "Cara yang bisa dilakukan di antaranya agar kuota LPG tahun ini tetap terjaga dan bahkan perlu dilakukan langkah-langkah penghematan melalui pelaksanaan penyaluran LPG subsidi yang lebih tepat sasaran," pungkasnya. Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 12 Maret–31 Maret 2026 berada di atas batas minimum nasional. Kepala Satgas Ramadan dan Idulfitri Sektor ESDM Erika Retnowati mengungkapkan, stok bensin tercatat di atas 20 hari, sementara solar berada di atas 18 hari. Adapun stok solar non-subsidi seperti Pertamina Dex mencapai lebih dari 40 hari.
Untuk bahan bakar pesawat (avtur), ketahanan stok dilaporkan mencapai 30 hari. Sementara itu, stok LPG berada di level 11,6 hari. “Secara umum kondisi ketahanan stok BBM dilaporkan aman, baik untuk jenis gasoline, gasoil, kerosene, maupun avtur dengan ketahanan stok berhasil terjaga rata-rata di atas 20 hari,” ujar Erika dalam konferensi pers di Kantor BPH Migas, Selasa (31/3/2026).
Baca Juga: BPS Catat Nilai Tukar Petani Turun Jadi 125,35 Pada Maret 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News