Stok Minyak Mentah AS Turun, Tapi Persediaan Bensin dan Diesel Naik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun pada pekan lalu, tetapi penurunannya lebih kecil dari perkiraan pasar. Di saat yang sama, stok bensin dan produk distilat seperti diesel justru meningkat.

Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), stok minyak mentah AS pada pekan yang berakhir 11 September 2026 turun 640.000 barel menjadi 423,4 juta barel.

Penurunan ini jauh lebih kecil dibandingkan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan stok berkurang 1,6 juta barel. Persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, juga turun 342.000 barel.


Baca Juga: Stok Minyak Mentah AS Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Dalam 3,5 Tahun

Namun, tekanan terhadap pasar minyak datang dari kenaikan stok produk olahan. Persediaan bensin AS naik 794.000 barel menjadi 207,7 juta barel. Padahal, analis memperkirakan stok bensin turun 1 juta barel.

Stok distilat yang mencakup diesel dan minyak pemanas juga meningkat 1,6 juta barel menjadi 107,9 juta barel. Angka tersebut jauh di atas perkiraan kenaikan 71.000 barel.

"Stok minyak mentah turun, tetapi lebih kecil dari perkiraan," demikian tercermin dari data EIA.

Dari sisi aktivitas kilang, pengolahan minyak mentah AS turun 256.000 barel per hari. Tingkat utilisasi kilang juga turun 1 poin persentase menjadi 96,8%.

Baca Juga: EIA: Stok Minyak Mentah AS Naik, Persediaan Bensin dan Distilat Turun

Sementara itu, impor bersih minyak mentah AS turun 1,18 juta barel per hari.

Data persediaan tersebut turut membayangi pergerakan harga minyak. Pada Rabu (16/9), harga minyak Brent tercatat US$106,68 per barel, turun US$2,07. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di US$103,09 per barel, terkoreksi US$2,74 per barel.