Stok Minyak Singapura Capai 42,64 Juta Barel, Indonesia Serap Ekspor Bensin Terbesar



KONTAN.CO.ID - Persediaan produk minyak di Singapura, salah satu pusat perdagangan bahan bakar utama Asia, meningkat ke level tertinggi dalam hampir empat bulan.

Mengutip Reuters, Kamis (17/9/2026), data Enterprise Singapore menunjukkan total persediaan produk minyak di daratan mencapai 42,64 juta barel pada pekan yang berakhir 16 September 2026.

Angka tersebut naik dari 40,47 juta barel pada pekan sebelumnya.


Baca Juga: Bank Sentral Taiwan Tahan Suku Bunga, Proyeksi Ekonomi 2026 Naik Jadi 11,48%

Kenaikan terutama didorong oleh lonjakan persediaan produk olahan ringan atau light distillates, termasuk nafta dan bensin.

Stok kategori ini mencapai 13,81 juta barel, sekaligus menjadi level tertinggi sejak 27 Mei 2026.

Stok bensin dan nafta meningkat

Impor bensin Singapura selama periode tersebut mencapai sekitar 303.000 ton atau setara 2,6 juta barel. Sementara itu, ekspor bensin mencapai sekitar 785.000 ton.

Indonesia menjadi tujuan ekspor bensin terbesar dengan volume sekitar 362.000 ton, disusul Australia sekitar 132.000 ton.

Dari sisi impor, Taiwan menjadi pemasok bensin terbesar ke Singapura dengan volume hampir 125.000 ton, diikuti China sekitar 74.000 ton.

Baca Juga: Paus Leo: Konflik Timur Tengah Menguji Hubungan Yahudi dan Kristen

Sementara itu, impor nafta tercatat sekitar 162.000 ton atau setara 1,5 juta barel. Kuwait menjadi pemasok terbesar dengan hampir 48.000 ton, disusul Trinidad dan Tobago sekitar 31.000 ton.

Singapura juga mengekspor sekitar 13.900 ton nafta dan seluruh pengiriman tersebut ditujukan ke Indonesia.

Persediaan middle distillates, yang mencakup diesel dan gasoil, juga meningkat untuk pekan kedua berturut-turut menjadi hampir 8,7 juta barel. Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam hampir satu bulan.

Ekspor bersih diesel dan gasoil turun 61% secara mingguan. Sebaliknya, impor melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya.

China, Korea Selatan dan Malaysia menjadi pemasok utama diesel dan gasoil ke Singapura. Para pelaku pasar memperkirakan aliran pasokan dari ketiga negara tersebut masih akan berlanjut dalam waktu dekat.

Adapun ekspor bahan bakar untuk transportasi dan kebutuhan industri relatif tidak banyak berubah dibandingkan pekan sebelumnya. Tujuan ekspor terutama Indonesia dan Malaysia.

Untuk bahan bakar jet, ekspor bersih meningkat 75% secara mingguan. Kenaikan tersebut terjadi ketika total impor bahan bakar jet turun 100% dalam periode yang sama.

Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv Usai DPR AS Loloskan Rancangan Sanksi Baru

Stok bahan bakar residu turun

Di sisi lain, persediaan bahan bakar residu (residual fuel) masih berada di atas 20 juta barel, meski sedikit menurun dibandingkan pekan sebelumnya.

Stok bahan bakar residu turun 1% menjadi 20,14 juta barel atau sekitar 3,17 juta ton. Penurunan tersebut menjadi yang kedua secara beruntun.

Meski turun, rata-rata persediaan sepanjang September masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya yang berada di level 18,6 juta barel.

Impor fuel oil lebih dari dua kali lipat menjadi lebih dari 915.000 ton. Brasil menjadi pemasok terbesar pada pekan tersebut, disusul Uni Emirat Arab.

Sementara itu, ekspor fuel oil meningkat 44,6% secara mingguan menjadi lebih dari 223.000 ton. Sebagian besar volume tersebut dikirim ke China dan Taiwan.

Di pasar spot, premi fuel oil menunjukkan tanda-tanda mulai mereda pada pekan ini. Namun, harga masih memiliki batas bawah karena ketidakpastian pasokan tetap membayangi pasar.

Baca Juga: Produksi Beras India Hadapi Penurunan Terbesar dalam 2 Dekade, Stok Menopang Ekspor