Stok Pupuk Urea Bersubsidi Dipastikan Aman



JAKARTA. Pemerintah memastikan stok pupuk urea bersubsidi dalam kondisi aman menghadapi musim tanam Oktober tahun ini.

Direktur Bina Pasar dan Distribusi Departemen Perdagangan (Depdag) Jimmy Bella bilang, saat ini produsen pupuk sudah memasok urea ke lini III alias gudang pupuk urea yang berlokasi di tingkat kabupaten. "Pasokan di Lini III lebih dari cukup, setidaknya untuk satu bulan ke depan," kata Jimmy, Kamis (25/9).

Menurut Jimmy, secara bertahap, pupuk akan terus dikirim ke lini III sehingga menjelang permulaan musim tanam Oktober tahun ini, pupuk sudah bisa ada di tangan petani. "Pupuk mulai didekatkan ke gudang karena takut musim hujan datang," ujar Jimmy


Agar distribusi urea ke lini III lancar, produsen juga menyiapkan tambahan stok urea di lini II alias gudang pupuk urea yang berlokasi di tingkat propinsi. Jimmy mengatakan, produsen sudah berkomitmen menambah  stok urea di lini II sebanyak 522.819 ton hingga akhir tahun. Jumlah itu lebih banyak dari ketentuan pemerintah yang mematok stok urea hingga akhir tahun minimal 260.547 ton.

Sekretaris Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Depdag, Gunaryo mengatakan, pemerintah dan produsen pupuk sudah membuat prosedur dan pola distribusi yang sangat ketat agar tidak terjadi penyelewengan dalam distribusi pupuk bersubsidi. "Kami tak ingin peristiwa kelangkaan urea terjadi kembali. Untuk itu, kami menerapkan distribusi secara tertutup," ujar Gunaryo.

Ia menuturkan, dalam sistem distribusi tertutup, semua petani harus terdaftar dalam kelompok tani. Kelompok tani ini harus tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Nah, Gapoktan inilah yang akan menyalurkan pupuk urea bersubsidi itu. Jadi, fungsi Gapoktan ini sejatinya menggantikan fungsi pengecer pupuk bersubsidi dalam pola distribusi tertutup. "Kami jamin kelangkaan pupuk tak akan terjadi," ujar Gunaryo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Test Test