KONTAN.CO.ID - BOGOR. Indonesia berkomitmen ingin menjadi pemain dunia dalam memproduksi avtur atau bahan bakar pesawat terbang. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Senin (2/2/2026). Ambisi ini dilakukan seiring dengan upaya pemerintah terkait hilirisasi sawit menjadi sumber energi.
Baca Juga: AS Penyumbang Terbesar Surplus Neraca Dagang RI di 2025, Tembus US$ 18,11 Miliar "Kita nanti akan bikin avtur dari sawit, bisa jadi yang terbesar di dunia," ujar Prabowo. Pihaknya berkomitmen menutup keran ekspor jelantah atau limbah minyak kelapa sawit. Kepala Negara juga menegaskan bahwa limbah ini nantinya menjadi salah satu bahan utama produksi avtur di dalam negeri. "Sehingga maaf untuk bangsa-bangsa lain, saya larang ekspor limbah kelapa sawit, ekspor
jelantah karena untuk kepentingan rakyat," tambah Prabowo. Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung beberapa kelompok yang dianggap
nyinyir terkait sawit di Indonesia. Prabowo menegaskan sawit adalah tanaman ajaib atau
miracle crop yang dibutuhkan untuk kepentingan negara.
"It is a miracle crop. Ada kelompok
nyinyir, kenapa kelapa sawit? Tuh Prabowo mau bikin kelapa sawit. Ya, untuk rakyat Indonesia," ungkap Prabowo. Prabowo mengatakan banyak negara yang meminta pasokan kepala sawit maupun minyak sawit mentah dari Indonesia. Hal itu lantaran kelapa sawit memiliki banyak manfaat, mulai dari jadi minyak goreng, cat dinding hingga sabun mandi.
Baca Juga: Kadin DKI Jakarta Ingatkan Risiko Kontraksi Manufaktur di Semester II-2026 "Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana, tolong kelapa sawit. Artinya,
it's a very strategic commodity," urai Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News