Straits Resources akan jual aset di Indonesia US$ 374Jt



SYDNEY. Straits Resources Ltd., perusahaan pertambangan asal Australia yang menjual aset nikel dan batubaranya tahun lalu, kini tengah menjajaki untuk menjual sisa asetnya senilai S$489 juta atau setara dengan US$ 374 juta di perusahaan pertambangan Indonesia. Straits tengah mempertimbangkan untuk melepas 18,2 sahamnya di Straits Asia Resources Ltd. karena ingin konsentrasi di emas dan tembaga. Hal ini ditegaskan oleh Milan Jerkovic, Chief Executive Officer Straits Resources Ltd. di Sydney, tanpa memerinci lebih lanjut pembeli potensialnya. Jerkovic menjelaskan, Straits Asia masih menarik lantaran digiring oleh permintaan batubara dari India yang terus tumbuh seiring dengan penggunaan energi listrik yang juga meningkat. Tahun lalu, pertambangan ini memproduksi batubara sebesar 10,5 juta ton. Menurut laporan Morgan Stanley pada awal bulan ini, harga thermal coal telah meningkat 40% pada tahun ini menjadi US$ 98 per ton. "Kami tengah menjajaki sejumlah pihak," kata Jerkovic. Ia menghitung, proses divestasi ini akan rampung dalam 12 bulan. Saham Straits Resources ditutup di level yang tak berubah, yaitu A$1,85 di Sydney, setelah naik sebesar 42% sejak 30 Juni 2010, dan menggiring nilai pasar menjadi sebesar A$472 juta atau US$ 462 juta. Sedangkan saham Straits Asia, juga tidak berubah di level S$2,39 pada pukul 1:39 waktu Singapura. Saham ini telah naik sebesar 20% sejak 30 Juni 2010 dan menggiring market value menjadi S$2,7 miliar. Kerek produksiRencana Straits Resources untuk memisahkan aset metal dan batubaranya di tahun 2008 disurung oleh adanya krisis finansial global. Selain itu, Straits Resources juga telah menjual saham mayoritasnya di Straits Asia kepada PTT Pcl, perusahaan energi terbesar Thailand. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki 40% saham di PTT Asia Pacific Mining Pty, yang memiliki 45,6% saham di Straits Asia.Produksi tahunan batubara Straits Asia kemungkinan naik menjadi 18 juta ton mulai Juni 2011 mendatang. Pertambangan di Sebuku di Indonesia, yang memproduksi 1,49 juta ton batubara tahun ini, kemungkinan akan meningkat menjadi 8 juta ton. Perusahaan ini juga memiliki pertambangan tembaga Tritton di Australia dan pertambangan emas Mount Muro di Indonesia. Selain itu, Straits Asia juga memiliki 67% saham pertambangan tembaga Goldminco Corp. yang berbasiskan di Vancoouver dan mengeksplorasi tembaga di Lachlan Ford Belt di New South Wales di Australia dengan produksi mencapai 100.000 ton dalam lima tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: