Strategi AKR Corporindo (AKRA) Bidik Kenaikan Pendapatan pada 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menargetkan penjualan yang lebih tinggi pada tahun 2024 ini. Untuk mencapai target tersebut, AKR Corporindo akan menerapkan sejumlah strategi.

Direktur & Corporate Secretary AKR Corporindo, Suresh Vembu, mengatakan, pada 2024, AKRA menargetkan penjualan akan lebih tinggi dari  tahun lalu. Pada tahun 2023, AKRA berhasil membukukan penjualan tanah sebesar 91 hekatare (ha).

"Di tahun 2024, kami menargetkan penjualan tanah sebesar 120 ha - 130 hA, di mana di dalamnya sudah termasuk conditional sales purchase agreement (CSPA) yang telah ditandatangani tahun lalu yang kita usahakan untuk bukukan di tahun ini," kata Suresh kepada Kontan, Jumat (23/2).


Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham dari Binaartha Sekuritas untuk Hari Ini (20/2)

Ia menerangkan, untuk bisnis utama di perdagangan dan distribusi bahan bakar dan kimia dasar, AKRA akan mempertahankan pertumbuhan konsisten dengan cara antara lain menjaga kualitas layanan, secara aktif lakukan investasi untuk infrastructure supply kimia dan BBM di Indonesia timur untuk supply ke klien-klien, terutama yang berkaitan dengan hilirisasi di Indonesia bagian timur.

Lebih lanjut, untuk industrial estate, AKRA melihat pertumbuhan yang signifikan semenjak Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) mendapatkan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dapat memberikan keuntungan secara fiskal maupun non-fiskal.

"Selain itu, pelabuhan yang terintegrasi serta koneksi intermoda dan koneksi yang strategis juga menarik perhatian para investor khususnya investor asing," ujar Suresh.

Baca Juga: ASII & TPIA Terbesar, Ini Saham yang Banyak Dilego Asing Pasca Pencoblosan Pemilu

Ia menambahkan, untuk bisnis AKRA yang sedang berkembang lainnya juga menunjukkan progress yang menjanjikan seperti bisnis retail yaitu bp AKR, juga menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan pengembangan lokasi SPBU di area-area yang strategis.

Suresh menilai, pada tahun ini tidak ada tantangan yang signifikan bisnis kawasan industri. Saat ini investor yang berinvestasi di JIIPE melihat jauh ke depan, terutama dengan potensi hilirisasi di Indonesia yang dibutuhkan untuk menjadi negara yang memiliki value-added.

"Sehingga, investor masih cukup optimis untuk berinvestasi di JIIPE dengan progress yang signifikan," pungkas Suresh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli