KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen kemasan kertas PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) menyiapkan strategi untuk meraih pendapatan bertumbuh 18% hingga 20% pada 2026. Direktur Utama PT Alkindo Naratama Tbk Herwanto Sutanto mengatakan, untuk mencapai target ini, perseroan fokus menggenjot segmen kemasan konsumer (
consumer packaging). Untuk diketahui, Alkindo Naratama sebelumnya memulai bisnis kemasan dengan memproduksi kemasan industri (industrial packaging). “Fokus ke segmen konsumer dilakukan karena ruang kemasan industri semakin terbatas, sementara pasar kemasan konsumer makin besar,” tutur Sutanto kepada Kontan.co.id di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Sebab, sebagai industri pendukung (
supporting industry), kinerja segmen kemasan industri disebut relatif bergantung pada kinerja industri utama (main industry). Baca Juga: Permintaan Naik, Pelaku Industri Kemasan Perkuat Jejaring di WEPACK Southeast Asia Dalam mewujudkan strategi, perseroan tahun ini bakal membuka pabrik baru khusus memproduksi kemasan konsumer di bawah anak usaha ALDO,
PT Eco Paper Indonesia. Hal ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan akan kemasan konsumer, khususnya kemasan makanan yang harus memenuhi standar food grade. Tak hanya itu, perseroan juga mulai menyasar pasar ekspor tahun ini, khususnya Amerika Serikat (AS). “Kami telah mulai ekspor ke AS meskipun belum dengan volume yang besar, tetapi sudah mulai rutin dilakukan,” ungkap Sutanto. Langkah ekspor ke Negeri Paman Sam ini, lanjutnya, dilakukan karena perseroan menangkap peluang dari kebijakan tarif antara AS dengan China. Pasalnya, tarif impor yang lebih tinggi terhadap produk asal China mendorong pelaku usaha di AS mencari alternatif pemasok dari negara lain seperti Indonesia. Perseroan, lanjutnya, juga berupaya memenuhi berbagai persyaratan terutama untuk pasar AS, terdapat banyak ketentuan yang harus dipatuhi, mulai dari aspek ketenagakerjaan, standar fasilitas kerja, hingga gender dalam hal penyediaan jumlah toilet.
Baca Juga: Industri Kemasan Lesu, Ramadan dan Lebaran Tak Jamin Bantu Pertumbuhan di Kuartal I Sutanto menambahkan, emiten pelopor produksi kemasan kertas cokelat (
brown paper) ini juga mulai mengoptimalkan produksi untuk penjualan kemasan e-commerce dan pembelian makanan secara
online. Perseroan mencermati, maraknya aktivitas belanja daring dengan kemasan plastik bisa semakin membahayakan lingkungan apabila tidak diantisipasi. Oleh karena itu, ALDO menyokong dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan,
hexa wrap, yakni material berbahan dasar kertas yang menjadi subtitusi bubble wrap. “Sementara itu, da
ri sisi bottom line, kami menargetkan laba tahun ini dapat meningkat lebih dari 50% dibandingkan tahun 2025,” imbuh Sutanto. Baca Juga: Industri Kemasan Nasional Masih Prospektif, IPF Prediksi Tumbuh 2%–3% pada Tahun 2025 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News