Strategi Allo Bank Agar Tetap Efisien di Tengah Tren Bunga Deposito Tinggi



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) berupaya mengatur biaya dana alias cost of fund (COF) di tengah tingginya tawaran bunga deposito. 

Saat ini, Allo Bank menawarkan suku bunga deposito hingga 5,5%, turun dari nilai maksimal 7,5% sebelumnya. Namun, level maksimal tersebut masih lebih tinggi dari suku bunga maksimal yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yakni 3,5%. 

Head of Digital Strategy Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan penetapan bunga deposito di level tinggi memang berdampak pada biaya dana (cost of fund). Namun, strategi tersebut dijalankan secara terukur dan selektif dengan pengelolaan neraca yang ketat.


Baca Juga: BEI Pastikan Bank Jakarta Belum IPO dalam Waktu Dekat

“Bunga deposito kami posisikan sebagai instrumen taktis, terutama untuk menjaga stabilitas likuiditas dan memperkuat struktur pendanaan jangka menengah,” ujar Destya kepada Kontan, Senin (29/12/2025). 

Sebagai gambaran, Allo Bank mencatatkan beban bunga sebesar Rp 341,73 miliar per Oktober 2025. Dengan total dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 9,66 triliun, posisi COF bank berada di kisaran 3,5%. 

Dari sisi biaya, perusahaan ini secara aktif melakukan manajemen aset dan liabilitas agar dampak kenaikan biaya dana tetap berada dalam batas yang sehat dan terkendali.

Ke depan, Allo Bank membuka peluang penyesuaian tingkat bunga deposito seiring dengan penguatan struktur pendanaan. Hal ini ditopang oleh peningkatan dana murah (CASA), bertambahnya jumlah nasabah aktif, serta perbaikan kualitas transaksi di dalam ekosistem digital perseroan.

“Seiring membaiknya basis pendanaan dan kondisi likuiditas, benefit deposito akan kami evaluasi dan sesuaikan secara bertahap, dengan tetap memperhatikan tren industri dan arah suku bunga acuan,” jelasnya.

Destya menegaskan, strategi pendanaan Allo Bank tidak hanya bertumpu pada penawaran suku bunga, tetapi juga pada penguatan dana transaksi dari ekosistem, peningkatan keterlibatan nasabah aktif, serta inovasi produk tabungan dan transaksi yang mendorong dana mengendap secara alami.

Baca Juga: PPATK Blokir Rekening Dana Syariah Indonesia, Ini Alasannya

Dengan pendekatan tersebut, Allo Bank optimistis struktur biaya dana ke depan akan semakin efisien dan berkelanjutan.

Selanjutnya: Sosok Pemimpin Perempuan di Maskapai Penerbangan Vietjet

Menarik Dibaca: Sosok Pemimpin Perempuan di Maskapai Penerbangan Vietjet

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News