KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bagian dari Zuellig Pharma, terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi sistem kesehatan di Indonesia. APL menyoroti pentingnya perluasan akses layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Direktur Utama PT Anugerah Pharmindo Lestari, Christophe Piganiol, menyampaikan seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan berkualitas dan merata, peran APL semakin relevan. Apalagi, cakupan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini telah menjangkau lebih dari 98% populasi Indonesia.
Namun demikian, Indonesia masih dihadapkan tantangan struktural, termasuk perubahan pola penyakit, kebutuhan akan terapi inovatif dan rantai pasok layanan kesehatan yang lebih tangguh, serta kebutuhan untuk memastikan inovasi medis dapat diakses di seluruh wilayah negara kepulauan yang luas ini .
Baca Juga: Uma Oma Heritage Hadirkan Cita Rasa Nusantara dengan Pemberdayaan Pekerja Lansia “Di Indonesia, hal ini berarti upaya kolaboratif untuk memperkuat rantai pasok layanan kesehatan, memperluas akses terhadap inovasi medis, serta bekerja sama dengan para mitra di seluruh ekosistem layanan kesehatan guna memenuhi kebutuhan lokal,” ungkap Christophe, dalam acara media gathering, Rabu (1/4).
Tak hanya fokus pada distribusi, komersialisasi, dan dukungan uji klinis, APL juga mengambil peran lebih luas dalam mendorong transformasi sektor kesehatan melalui transfer pengetahuan dan kemitraan strategis. Hal ini menempatkan APL sebagai mitra jangka panjang dalam penguatan sistem kesehatan nasional. Dalam operasionalnya, APL mengedepankan standar integritas dan keunggulan melalui pemanfaatan teknologi. Perusahaan menghadirkan
National Distribution Center (NDC) dengan teknologi canggih, termasuk sistem
cold chain handling seperti eZCooler untuk menjaga kualitas produk hingga ke titik pengiriman. Selain itu, APL menerapkan sistem pemantauan suhu
real-time di seluruh jaringan distribusi yang didukung data terintegrasi dan analitik cerdas. Standar
Good Distribution Practice (GDP) dan sertifikasi ISO 9001:2015 juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kompetensi talenta lokal. Di sisi lain, APL turut merespons peningkatan penyakit tidak menular dengan menghadirkan terapi inovatif global yang relevan dengan kebutuhan pasien lokal. Perusahaan memiliki fokus pada sejumlah area terapi utama seperti kardiovaskular, diabetes, onkologi, respirasi, dan imunologi. Melalui kolaborasi dengan perusahaan farmasi global, regulator, dan mitra pelanggan, APL telah mendukung lebih dari 22.000 tenaga kesehatan melalui program edukasi. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap penyakit tidak menular sekaligus memperkenalkan inovasi pengobatan terbaru. APL juga berperan dalam mendukung pelaksanaan uji klinis berstandar global di Indonesia. Dengan fasilitas modern dan sistem distribusi menyeluruh, perusahaan memastikan setiap tahapan uji klinis berjalan sesuai regulasi, sekaligus menjembatani kebutuhan inovasi global dengan pasar domestik. Sepanjang 2025, APL menjalankan lebih dari 68 program akses kesehatan, termasuk vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan yang menjangkau lebih dari 2.750 penerima manfaat. Program edukasi kesehatan juga melibatkan lebih dari 5.800 masyarakat, sementara kegiatan donor darah berhasil mengumpulkan lebih dari 425 kantong darah.
Dalam pengembangan talenta, APL mendorong inovasi melalui kompetisi keberlanjutan yang menghasilkan lebih dari 130 ide dari 52 perguruan tinggi. Melalui program APL Mengajar, perusahaan juga telah menjangkau lebih dari 2.700 siswa dengan edukasi kesehatan, gizi, dan kebersihan. “Kami melihat transformasi kesehatan sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, kami berupaya membangun ekosistem kesehatan yang lebih terhubung, tangguh, dan inklusif. APL berkomitmen untuk terus memperluas akses terhadap solusi kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas dan dampak layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia ke depan,” kata Christophe.
Baca Juga: Widodo Makmur Unggas (WMUU) Genjot Produksi Ayam Petelur pada 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News