Strategi Arwana Citramulia (ARNA) Kejar Pendapatan Tumbuh 17% pada 2026



KONTAN.CO.ID - BANTEN. PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) terus berupaya meningkatkan penjualan melalui penambahan produksi dan efisiensi. Tahun ini, emiten keramik ini berfokus menggenjot produksi keramik lantai guna meningkatkan pendapatan hingga 17%.

Rudy Sujanto, Chief Financial Officer ARNA mengatakan, tahun ini perusahaan mengoptimalkan produksi khususnya di segmen keramik lantai. Rudy membeberkan, dari total 22 lini (line) produksi, pada 2025 lalu ARNA menghentikan sementara operasional di beberapa lini untuk produksi keramik dinding. Hal ini disebabkan oleh rasio penjualan yang hanya 70% dari total output.

Nah, seiring pasokan produksi keramik lantai yang belum optimal, maka ARNA tahun ini melakukan modifikasi fasilitas produksi. Lini untuk keramik dinding yang belum maksimal tersebut akan digunakan untuk memproduksi keramik lantai. Sehingga, seluruh lini produksi ARNA ditargetkan dapat berjalan secara keseluruhan tahun ini.


Baca Juga: Pendapatan Arwana Citramulia (ARNA) Tumbuh 10,71% Sepanjang 2025

Tak hanya itu, perseroan kata Rudy juga telah menyelesaikan proyek plant terbaru, yakni Plant 4D di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, yang beroperasi pada kuartal II-2026 ini.

Melalui ekspansi ini, kapasitas produksi Plant 4D mencapai sebesar 5.500.000 meter persegi per tahun. Untuk proyek ini, pada 2025 ARNA menggelontorkan belanja modal sebesar Rp 300 miliar.

Maka itu, tahun ini ARNA optimistis kinerja produksi dapat bertumbuh 10% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 66,9 juta meter persegi.

“Tahun ini, kami menargetkan produksi 73,8 juta meter persegi dengan sales yang ditargetkan meningkat 7%,” kata Rudy dalam paparan publik di Cikande, Banten, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: Roadmap Asaki: Industri Keramik Ekspansi, Kapasitas Produksi Tembus 700 Juta Meter²

Seiring dengan pendapatan yang dibidik akan tumbuh 17%, lanjut dia, pihaknya juga menargetkan peningkatan laba bersih sebesar 15%–20%.

Rudy menambahkan, seiring ekspansi kapasitas produksi yang telah digenjot tahun lalu, tahun ini ARNA menggunakan capital expenditure atau capex yang lebih sedikit.

“Capex tahun ini di bawah Rp 250 miliar, target kami di Rp 150-200 miliar,” imbuhnya.

Baca Juga: Utilisasi Produksi Keramik Di Bawah Ekspektasi, Melandai ke 70% pada Kuartal I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News