KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah pengembang terus berupaya menggenjot penjualan di sisa akhir tahun 2026. Berbagai strategi disiapkan untuk menggairahkan pasar seiring dengan penjualan pasar residensial yang sudah mulai membaik pada kuartal II 2026. Survei Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan properti residensial di pasar primer memang masih kontraksi sebesar 2,36% secara tahunan pada kuartal II 2026. Namun, angka tersebut membaik cukup signifikan dibandingkan kontraksi 25,67% pada kuartal I 2026. Ini terutama ditopang penjualan rumah tipe besar yang tumbuh 13,08% dari sebelumnya kontraksi 8,03% pada kuartal I. Asthara Group salah satu yang terus memacu penjualan Asthara Skyfront City. Terbaru, pengembang ini mendorong penjualan tipe hunian baru tipe E berukuran tanah 7 x 10 di klaster Allurea Extension sekitar 260 unit dengan menghadirkan dua tipe rumah contoh untuk tipe ini. Satu show unit yang sudah dilengkapi design interior dan satu lagi lagi dalam kondisi kosongan.
Supardi Ang, CEO Asthara Skyfront City, mengatakan, penyelesaian
show unit Allurea Type E bertujuan memberikan gambaran nyata kepada calon konsumen mengenai hunian yang ditawarkan.
Baca Juga: Asthara Skyfront City Luncurkan Produk Komersial The Floristz Gallery “Kami menghadirkan dua show unit dengan konsep berbeda. Satu unit dilengkapi desain interior sebagai inspirasi penataan ruang, sementara unit lainnya menampilkan kondisi rumah saat serah terima. Dengan begitu, calon konsumen dapat melihat langsung potensi hunian dan menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga,” ujar Supardi, Rabu (14/10/2026). Kedua show unit ini diharapkan membantu calon konsumen memahami tata ruang dan kondisi Allurea Type E sebelum menentukan pilihan hunian. Adapun tipe hunian ini dipasarkan dengan harga mulai Rp 1,4 miliar sebelumnya pajak. Asthara Skyfront City telah memperkenalkan empat tipe hunian di klaster Allurea pada tahun 2025, yaitu Type A berukuran 6 x 10 meter, Type B berukuran 6 x 12 meter, Type C berukuran 8 x 12 meter, dan Type D berukuran 8 x 16 meter. Keempat tipe tersebut dilengkapi show unit yang berlokasi di Marketing Gallery Asthara Skyfront City. Allurea Type E pertama kali diluncurkan pada akhir 2025. Setelah melalui proses pembangunan, show unit tipe terbaru ini berhasil diselesaikan pada Oktober 2026 dan kini melengkapi pilihan hunian di Super Cluster The Floritz, khususnya Cluster Allurea Extension. Asthara Skyfront City merupakan proyek kawasan kota mandiri yang berlokasi di Tengerang, tepat di samping Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan luas pengembangan 1.100 hektare (ha). Proyek ini pertama kali diluncurkan pada 19 Juni 2025 dengan memperkenalkan klaster pertama bertajuk Allurea. Klaster Allurea merupakan bagian dari pengembangan super klaster yang dinamai The Floristz di lahan seluas 22 ha dan merangkum empat klaster hunian. Klaster Allurea akan dibangun di lahan seluas 5 ha yang menghadirkan lebuh dari 420 unit rumah unit. Harga perdana hunian di klaster ini dipasarkan mulai dari Rp 900 jutaan. Astha Group juga mempercepat pembangunan klaster hunian pertamanya itu. Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Klaster Allurea sudah dilakukan pada 26 September 2025. Adapun serah terima rumah kepada konsumen akan dimulai sejak November 2026. Total ada sebanyak 300 unit rumah yang akan di
hand over secara berkala hingga Juli 2027. Sebanyak 50 unit yang merupakan penerima program PPNDTP akan mulai diserahterimakan pada November mendatang. Sementara pembangunan infrastruktur internal kawasan akan terus berjalan hingga pertengahan 2027. Seperti diketahui, Asthara Skyfront City dikembangkan sebagai kawasan kota mandiri terpadu yang menggabungkan hunian modern, pusat bisnis dan perbelanjaan, hotel, pusat gaya hidup, yang dilengkapi dengan fasilitas skala kota seperti fasilitas pendidikan, Kesehatan, sport centre, club house dan lainnya.
Baca Juga: REAL Gandeng Riscon Group Garap Proyek MBR dan Komersial di Bogor Asthara Group semakin agresif mempercepat pengembangan infrastruktur di kawasan Asthara Skyfront City. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat fondasi kawasan sebelum memasuki tahap pengembangan komersial secara masif.
Saat ini, Asthara Group tengah membangun jembatan penghubung utama menuju kawasan Asthara Skyfront City yang akan melintasi Sungai Cisadane. Proyek akses baru ini memiliki panjang 1,5 kilometer. Jembatan tersebut akan dibangun mulai dari Perimeter Utara, melintasi Jalan Suria Dharma, Sungai Cisadane, dan Pamling, sebelum masuk ke kawasan Asthara Skyfront City. Untuk membangun jembatan ini, Asthara Group akan menggandeng PT Bumi Bandara Indah dan Bukaka–Rizki KSO. Jembatan yang memiliki enam jalur kendaraan ini akan menjadi salah satu infrastruktur paling ikonik di kawasan Tangerang. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan dan diharapkan beroperasi pada awal 2027, bertepatan dengan rencana serah terima Top 1 kawasan Asthara pada Juni 2027. Adapun nilai investasinya mencapai Rp 280 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News