KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (
ASLC) optimistis menghadapi 2026 meskipun industri mobil bekas masih diwarnai tantangan daya beli dan dinamika pasar.
Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, menuturkan bahwa dengan adanya basis ekosistem kuat yang dimiliki, perseroan menargetkan kinerja bisnis yang lebih baik tahun ini.
Selaras dengan masih terbukanya peluang jangka panjang industri mobil bekas di Indonesia, Perseroan optimistis akan dapat meraih pertumbuhan pendapatan dobel digit di tahun 2026.
Baca Juga: Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Optmistis Bisnisnya Akan Tumbuh Positif pada 2026 “Berbekal ekosistem bisnis yang terdiri dari JBA, Caroline.id, MotoGadai, dan Cartalog, ASLC terus membangun ekosistem jual beli kendaraan bekas baik secara online maupun offline untuk semua segmen konsumen. Dalam hal ini, kami terus mengedepankan visi menjadi omni channel marketplace terpercaya untuk otomotif,” ungkap Jany, dalam siaran pers, Rabu (21/1/2026).
Untuk tahun 2025 sendiri, per kuartal III pendapatan ASLC tumbuh 15% YoY menjadi Rp713,0 miliar. Dari total pendapatan tersebut, lini bisnis lelang JBA memberikan kontribusi sebesar Rp 201,8 miliar.
Dengan volume lelang mencapai lebih dari 92.000 unit, perseroan melihat bahwa bisnis lelang tumbuh stabil jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai unit bisnis lelang Perseroan, JBA merupakan balai lelang mobil bekas terbesar di Indonesia, yang memiliki rekam jejak lebih dari 1 juta transaksi lelang sejak berdiri pada 2011.
Baca Juga: Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Incar Momentum Pemulihan Pasar Otomotif pada 2026 JBA memiliki jaringan nasional yang mencakup 39 lokasi di seluruh Indonesia yang terdiri dari 15 cabang dan 24 hub. Menurut Jany, dukungan jaringan nasional yang besar tersebut memungkinkan ASLC menjangkau pasar yang lebih luas serta melayani kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah. Hasilnya, JBA kini memiliki lebih dari 90.000 pembeli lelang yang berpartisipasi.
“Adanya keberadaan partisipan pembeli lelang yang besar tersebut, ditambah dukungan jaringan kemitraan dengan lebih dari 400 perusahaan dan 7.000 dealer kendaraan bekas, telah menghasilkan volume transaksi lelang yang kuat dan stabil. Oleh karenanya, tidak mengherankan kalau JBA memiliki kinerja operasional yang konsisten,” tandasnya. .
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News