Strategi Bukalapak genjot pertumbuhan bisnis



JAKARTA. Di tengah persaingan bisnis marketplace tanah air yang kian sengit, Bukalapak punya strategi dalam menopang laju pertumbuhan usaha dengan cara menjaring komunitas pedagang online.

Achmad Zaki, pendiri dan CEO Bukalapak menyebut, bisnis Bukalapak ditopang oleh para pedagang (pelapak) yang menggunakan platformnya. "Bukalapak otomatis tumbuh jika bisnis para pelapak ini tumbuh," ujar Zaki dalam acara Kopdar (Kopi Darat) Akbar Pelapak di Hotel Bidakara, Senin (28/11).

Saat ini tidak kurang dari 500 komunitas telah berdiri dan tersebar di 80 kota. Bukalapak secara aktif menjalin komunikasi dengan para pedagang dan memfasilitasi kebutuhan mereka dalam soal pengembangan usaha.


"Kami melakukan pendekatan dengan konsep empowerment, setiap komunitas memiliki pemimpin di daerah masing-masing dan mengidentifikasi kebutuhan mereka dari sana kita bantu fasilitasi," ujar Zaki.

Fasilitas bisa berupa pengetahuan dalam soal pengembangan usaha seperti manajemen keuangan, cara berjualan di internet sampai seni fotografi agar produk bisa tampil menawan. Para pemimpin komunitas daerah itu lantas diundang ke kantor Bukalapak di Jakarta untuk mendapatkan materi training of trainer. Selanjutnya, mereka membagikannya kepada seluruh anggota di daerah.

Dalam satu minggu, ada delapan sampai 10 agenda sharing dan kopdar di daerah. Para pembicara tak dipasok dari pusat atau manajemen Bukalapak, melainkan dari para anggota komunitas saling berbagi tips dan trik berdagang dan menaikkan omzet penjualan.

Biasanya, dengan cara berbagi seperti itu pertumbuhan penjualan para pedagang di Bukalapak tumbuh dua kali lipat dibanding sebelum ikut sesi sharing dengan komunitas masing-masing. "Kita selalu cek matriks dan trennya menunjukkan pedagang itu tumbuh dua kali lipat jika bergabung dengan Bukalapak dan komunitasnya, jika ada yang tidak tumbuh berarti ada yang salah dengan pedagang tersebut karena rata-rata semuanya tumbuh," kata Zaki.

Asal tahu saja, saat ini ada sekitar 1,2 juta pedagang yang bergabung di Bukalapak dan sekitar 10% merupakan pedagang profesional yang memiliki karyawan. 10% pedagang ini yang aktif berkontribusi terhadap pertumbuhan Bukalapak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini