KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai perusahaan pengelola lokasi parkir yang sudah beroperasi lebih dari 16 tahun, PT Centrepark Citra Corpora terus berkomitmen menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dan dampak sosial guna mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Hal itu dilakukan dengan menggelar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk EduCARE Journey. Ini difokuskan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas belajar. Sejak diluncurkan, program ini telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Belitung, Sumba, Gili Trawangan, Pahawang (Lampung), Bogor, Rote Ndao, hingga Cileungsi.
Terbaru, program itu digelar di SD Cipicung 05, Cileungsi, dengan melibatkan CEO & President Director Centerpark Charles Richard Oentomo, puluhan karyawan (C-People), serta relawan dari komunitas 1000 Guru.
Baca Juga: Centrepark Perkuat Layanan Parkir Berbasis Teknologi Dalam kegiatan tersebut, para relawan mengajar dan berinteraksi langsung dengan siswa melalui metode pembelajaran interaktif, permainan edukatif, dan sesi berbagi inspirasi. Program ini menekankan keterlibatan langsung karyawan, tidak hanya berupa bantuan dana. Charles mengatakan, EduCARE Journey merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan dampak sosial yang nyata. “Perusahaan yang baik tidak hanya dilihat dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari manfaat yang diberikan bagi masyarakat,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026). Centrepark menggandeng 1000 Guru sebagai mitra strategis untuk memperkuat implementasi program di lapangan. Kolaborasi ini menggabungkan sumber daya perusahaan dengan pengalaman komunitas dalam menjangkau pendidikan di wilayah yang membutuhkan. Melalui EduCARE Journey, Centrepark tidak hanya menargetkan dampak jangka pendek, tetapi juga mendorong motivasi belajar siswa serta memperkuat budaya kepedulian di internal perusahaan. “Ke depan, Centrepark berencana memperluas jangkauan program ke lebih banyak daerah di Indonesia sebagai bagian dari komitmen sosial perusahaan,” ujar Charles. Dari sisi bisnis, Centrepark terus menghadirkan inovasi dalam sistem parkir modern yang memberikan transparansi pengelolaan, kemudahan akses, serta pengalaman parkir yang lebih nyaman bagi masyarakat. Sebelumnya, Charles bilang, Centrepark menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun 2026 sekitar 10%–15%. Target ini ditopang rencana penambahan 100 lokasi parkir baru.
Baca Juga: Dukung Mobilitas Perkotaan, Centrepark Perkuat Pengelolaan Parkir Berbasis Teknologi Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, Centrepark saat ini mengelola lebih dari 700 lokasi parkir di 60 kota di Indonesia, dengan total lebih dari 440.000 ruang parkir dan sekitar 360 juta transaksi per tahun. Meski demikian, pangsa pasar Centrepark di industri manajemen parkir baru sekitar 15%, sehingga masih terbuka ruang pertumbuhan. Charles menilai, smart parking kini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk membangun ekosistem mobilitas perkotaan yang terintegrasi. Penerapan teknologi parkir menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman parkir yang lebih praktis, aman, dan sesuai kebutuhan mobilitas modern. Untuk mendukung ekspansi, pada 2026 Centrepark menyiapkan belanja modal (capex) sekitar Rp350 miliar hingga Rp 500 miliar, terutama untuk pengembangan gedung parkir dan sistem parkir susun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News