Strategi Ekspansi Trimitra Trans (BLOG) Perluas Jaringan Cold Storage di Luar Jawa



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) melanjutkan strategi perluasan jaringan pergudangan dan fasilitas penyimpanan berpendingin (cold storage). Perusahaan logistik terintegrasi yang mengusung jenama B-LOG ini bakal memperluas ekspansi ke wilayah luar Pulau Jawa.

Direktur & Corporate Secretary Trimitra Trans Persada,  Wanny Wijaya menjelaskan bahwa hingga akhir tahun 2025, B-LOG telah mengoperasikan 15 fasilitas cold storage sebagai bagian dari jaringan cold chain. Jumlah itu termasuk cold storage di Bandung, yang telah resmi beroperasi pada Oktober 2025.

Sedangkan dari sisi armada, sampai dengan akhir 2025, B-LOG memiliki armada lebih dari 3.400 unit untuk melayani transportasi produk dingin maupun kering (cold & dry) di seluruh area cakupan layanan. B-LOG cukup agresif untuk menggelar ekspansi. Tercermin dari dana hasil penawaran umum perdana alias Initial Public Offering (IPO) yang telah habis terealisasi. 


Baca Juga: Lippo Cikarang (LPCK) Catat Lebih dari 3.600 Unit Apartemen Meikarta Telah Dihuni

BLOG resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2025, dengan mengantongi hasil bersih dari IPO sebesar Rp 138,23 miliar. Hingga 31 Desember 2025, BLOG melaporkan bahwa dana tersebut telah habis digunakan untuk dua keperluan.

Pertama, setoran modal entitas anak PT Simpan Sini Aja sebesar Rp 92,61 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gudang pendingin di Kabupaten Tangerang, Pontianak dan Makassar. Kedua, pembelian unit kendaraan light truck, termasuk karoseri tipe cold dan dry sebesar Rp 45,61 miliar.

Melalui ekspansi tersebut, B-LOG telah memiliki infrastruktur cold storage yang sudah beroperasi, serta pembangunan infrastruktur baru untuk memperkuat cakupan layanan. Secara paralel, B-LOG sedang dalam proses membangun fasilitas cold storage baru di empat daerah, yakni: Boyolali, Tangerang, Pontianak, dan Makassar.

"Fokus B-LOG pada 2026 adalah memperluas jaringan cold chain secara nasional melalui pengembangan jaringan cold storage serta penambahan armada berpendingin secara terukur, guna memperkuat kapasitas dan keandalan layanan," kata Wanny kepada Kontan.co.id, Senin (26/1/2026).

Hanya saja, Wanny belum membeberkan secara rinci target pengoperasian fasilitas cold storage di empat daerah tersebut. "Saat ini seluruh fasilitas tersebut berada dalam proses pembangunan secara bertahap sesuai dengan rencana Perseroan dan ditargetkan untuk dapat diselesaikan pada tahun 2026," ungkap Wanny.

Ekspansi di Luar Jawa

Tak berhenti di situ, B-LOG akan memperkuat penetrasi pada wilayah-wilayah dengan permintaan distribusi dan cold chain yang tinggi, serta memperluas layanan pada koridor yang memberikan sinergi jaringan. Sejalan dengan strategi tersebut, B-LOG pun mengarahkan ekspansi jaringan pergudangan dan cold storage ke luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Tata Metal Ekspansi Pabrik Baja di Purwakarta, Bakal Tambah Produksi 250.000 Ton

Rencana pengembangan fasilitas gudang B-LOG berikutnya menyasar daerah Batam, Medan, Manado, Bali, dan Palembang. "Saat ini masih dalam proses pengembangan. Update lebih lanjut akan kami sampaikan sesuai dengan kesiapan Perseroan," terang Wanny.

Direktur Utama Trimitra Trans Persada, Maickel Tilon, sebelumnya menyampaikan bahwa B-LOG melihat peluang pertumbuhan yang signifikan di pasar cold chain, terutama di wilayah luar Pulau Jawa. B-LOG pun melirik kesempatan untuk turut mengembangkan bisnis produk fast moving consumer goods (FMCG), terutama pada segmen produk beku (frozen food).

Secara bisnis, Wanny menjelaskan bahwa karakter permintaan layanan B-LOG tidak bergantung pada satu pola musiman. Portofolio pelanggan B-LOG berasal dari beragam segmen industri. Banyak di antaranya didukung oleh kontrak jangka panjang dengan kebutuhan distribusi yang berjalan secara rutin.

Hanya saja, Wanny belum membuka proyeksi kinerja pendapatan dan laba untuk tahun ini, maupun anggaran belanja modal yang akan dikucurkan oleh B-LOG. Wanny hanya menegaskan bahwa B-LOG memandang 2026 sebagai tahun penguatan eksekusi.

Dus, fokus B-LOG adalah menjaga pertumbuhan yang sehat, meningkatkan kualitas pendapatan melalui peningkatan utilisasi jaringan, serta optimalisasi operasional yang memberikan dampak positif kepada profitabilitas. Peluang bagi B-LOG untuk mendongkrak kinerja terbuka seiring meningkatnya kebutuhan end-to-end supply chain dan standar kualitas distribusi.

Sedangkan tantangan yang menjadi sorotan B-LOG adalah dinamika biaya operasional dan kompetisi layanan. "B-LOG tetap optimis di tahun 2026, terutama karena kebutuhan pelanggan makin bergeser ke layanan yang lebih cepat, terukur dan andal, termasuk cold chain untuk produk sensitif suhu," tandas Wanny.

Baca Juga: Satgas PKH Buka Potensi Agincourt Resources Diambil Alih MIND ID

Selanjutnya: Kementerian Keuangan Thailand Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Hanya 2% di 2026

Menarik Dibaca: Kesehatan Kerja: 5 Risiko yang Fatal Akibat Duduk Lama di Depan Laptop

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News