KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Plus Ultra Abadi (UATAS) menerapkan sejumlah upaya dalam menjaga kualitas pembiayaan. Direktur Pengembangan Bisnis UATAS Shintya Maulida menerangkan dalam melakukan analisis kelayakan pembiayaan, UATAS menerapkan proses penilaian risiko yang mengombinasikan berbagai sumber data dan teknologi untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai profil calon penerima dana (borrower). Shintya mengatakan penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti identitas borrower. Dia bilang sistem perusahaan akan melakukan cross-check dengan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Fintech Data Center (FDC) untuk verifikasi keabsahan identitas dan riwayat pembiayaan.
Strategi Fintech UATAS untuk Menjaga Kualitas Pembiayaan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Plus Ultra Abadi (UATAS) menerapkan sejumlah upaya dalam menjaga kualitas pembiayaan. Direktur Pengembangan Bisnis UATAS Shintya Maulida menerangkan dalam melakukan analisis kelayakan pembiayaan, UATAS menerapkan proses penilaian risiko yang mengombinasikan berbagai sumber data dan teknologi untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai profil calon penerima dana (borrower). Shintya mengatakan penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti identitas borrower. Dia bilang sistem perusahaan akan melakukan cross-check dengan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Fintech Data Center (FDC) untuk verifikasi keabsahan identitas dan riwayat pembiayaan.
TAG: