Strategi Follow The Money: 3 Saham Properti & Tambang yang Perlu Dicermati Hari Ini
Senin, 12 Januari 2026 05:20 WIB
Oleh: Muhammad Alief Andri | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berlanjut pada pertengahan Januari 2026 ini. Berikut sejumlah saham pilihan analis yang perlu dicermati investor kala IHSG mendaki. Sepanjang sepekan terakhir, IHSG tercatat menguat 0,13% ke level 8.936. Bahkan pada perdagangan Kamis (8/1/2026), IHSG sempat menembus rekor All-Time High (ATH) di level 9.000 secara intraday. Penguatan indeks juga ditopang oleh aksi beli investor asing yang cukup agresif, dengan inflow sekitar Rp1,6 triliun di pasar reguler. Di tengah tren kenaikan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG terus meningkat hingga menembus 10.000 pada tahun 2026 ini. Menurutnya, capaian kinerja IHSG akan sejalan dengan kondisi perekonomian.
Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Analis Ingatkan Investor Disiplin Kelola Risiko Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, mengatakan kombinasi sentimen global dan domestik menjadi pendorong utama pergerakan positif IHSG dalam sepekan terakhir. “Pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya sinyal hawkish dari Bank of Japan yang memunculkan potensi unwinding carry trade,” ujar David dalam keterangan resmi, Minggu (11/1/2026). Menurutnya, ancaman kenaikan suku bunga di Jepang membuat likuiditas global menjadi lebih berhati-hati. Investor yang sebelumnya memanfaatkan pinjaman yen dengan bunga rendah untuk berinvestasi di emerging market mulai melakukan penyesuaian portofolio. “Investor yang memanfaatkan yen murah mulai memulangkan dana mereka. Namun, Indonesia masih relatif menarik karena stabilitas ekonomi dan prospek pertumbuhan,” jelas David. Dari sisi global, reli harga komoditas turut menopang penguatan IHSG. Harga tembaga mencatat rekor tertinggi seiring meningkatnya permintaan untuk kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kendaraan listrik. “Reli harga komoditas, terutama tembaga, menjadi bahan bakar bagi saham-saham sektor barang baku dan energi,” tambahnya. Tonton: Sah, OJK Berikan Izin Bursa Kripto Kedua, ICEX Siap Beroperasi Sentimen domestik juga berperan penting dalam menopang IHSG, salah satunya fenomena January Effect. Pada awal tahun, manajer investasi cenderung melakukan rebalancing portofolio yang mendorong peningkatan likuiditas di pasar saham. “Kita melihat efek musiman di mana rebalancing portofolio mendorong arus dana kembali masuk ke pasar,” kata David. Ia juga menyoroti derasnya aliran modal asing ke pasar keuangan Indonesia. Bank Indonesia mencatat net buy asing sebesar Rp1,44 triliun hanya dalam pekan pertama Januari 2026. “Ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap stabilitas ekonomi dan kebijakan domestik Indonesia,” tegasnya. Memasuki pekan perdagangan singkat 12–15 Januari 2026, David menilai IHSG masih berada dalam fase bullish. Meski demikian, investor tetap perlu selektif dan fokus pada saham-saham dengan momentum kuat. “Trader sebaiknya memantau saham-saham yang berada dalam tren naik dengan dukungan money flow tinggi. Pekan lalu, sektor properti kembali menunjukkan aliran dana yang positif,” ujarnya. Baca Juga: Pefindo Beri Peringkat Triple A pada Obligasi Pollux Hotels David juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam manajemen risiko. Menurutnya, euforia pasar tidak boleh membuat investor mengabaikan strategi. “Risk management harus tetap menjadi prioritas. Jangan asal ikut euforia,” tegasnya. Pelaku pasar juga diminta mencermati rilis data Neraca Perdagangan Desember yang dijadwalkan keluar pekan ini. Jika surplus perdagangan masih terjaga, stabilitas nilai tukar Rupiah berpotensi tetap kuat dan minat investor asing dapat berlanjut. “Surplus yang solid akan menjaga sentimen positif terhadap pasar saham domestik,” jelas David. Terkait strategi, IPOT merekomendasikan pendekatan follow the money, terutama pada sektor-sektor yang mencatatkan tren aliran dana positif seperti properti dan tambang. “Saat money flow terkonsentrasi pada sektor tertentu, peluang trading biasanya lebih terukur,” katanya. Dalam pengamatannya, sejumlah saham dinilai masih memiliki ruang kenaikan. David menyoroti saham BSDE yang bergerak stabil dan mengonfirmasi area support dengan indikator teknikal yang menguat. “MACD BSDE mulai membentuk golden cross, yang biasanya menjadi sinyal lanjutan penguatan harga,” terangnya. Di sektor tambang, saham ARCI juga dinilai menarik. Menurut David, pergerakan harga ARCI masih berada dalam fase konsolidasi sehat dengan peluang breakout dalam waktu dekat. Sementara itu, untuk saham INDY, tren kenaikan dinilai masih terjaga. “INDY bergerak di atas MA5 dan secara price action masih menarik untuk strategi trading jangka pendek,” ujarnya.
David menyimpulkan, selama sentimen positif global dan domestik masih terjaga, peluang IHSG mempertahankan momentum bullish tetap terbuka. Namun, kehati-hatian dan disiplin strategi tetap menjadi kunci. “Peluang itu ada, tetapi kehati-hatian tetap wajib. Fokus pada momentum dan disiplin pada strategi,” pungkasnya.
1.500 Calon PPIH 2026 Jalani Diklat Ala Militer, Ini Persiapan Besar Layanan Haji 1447 H