KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Strategi front loading dalam menerbitkan Surat Utang atau Surat Berharga Negara (SBN) tampaknya masih dijalankan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun 2026. Pada Kuartal I-2026, Kemenkeu sudah menjadwalkan lelang SBN dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) berbasis konvensional maupun syariah. Berdasarkan data situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, pemerintah menargetkan lelang SBN sebesar Rp 220 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026. Jumlah tersebut sekitar 32% dari target pembiayaan APBN 2026 yang mencapai Rp 689,1 triliun. Adapun jadwal lelang SBN pada Kuartal I-2026 direncanakan sebanyak 11 kali lelang. Perinciannya, bulan Januari sebanyak empat kali lelang, Februari sebanyak empat kali lelang, dan Maret sebanyak tiga kali lelang.
Strategi Front Loading Berlanjut, Pemerintah Targetkan Lelang SBN Rp 220 Triliun
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Strategi front loading dalam menerbitkan Surat Utang atau Surat Berharga Negara (SBN) tampaknya masih dijalankan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada tahun 2026. Pada Kuartal I-2026, Kemenkeu sudah menjadwalkan lelang SBN dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) berbasis konvensional maupun syariah. Berdasarkan data situs resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, pemerintah menargetkan lelang SBN sebesar Rp 220 triliun selama periode Januari hingga Maret 2026. Jumlah tersebut sekitar 32% dari target pembiayaan APBN 2026 yang mencapai Rp 689,1 triliun. Adapun jadwal lelang SBN pada Kuartal I-2026 direncanakan sebanyak 11 kali lelang. Perinciannya, bulan Januari sebanyak empat kali lelang, Februari sebanyak empat kali lelang, dan Maret sebanyak tiga kali lelang.