KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah ketatnya persaingan pasar ritel, PT Daya Intiguna Yasa Tbk terus berupaya memperkuat posisinya di industri lewat strategi harga murah dan inovasi produk. Kedua strategi ini dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan dan kinerja yang solid. Di tengah tingginya harga minyak yang memicu kenaikan biaya bahan baku, depresiasi nilai tukar rupiah, emiten berkode saham MDIY tersebut mempertahankan keterjangkauan harga produk. Strategi tersebut langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat loyalitas pelanggan di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh dinamika.
Keterjangkauan harga tetap menjadi strategi utama MDIY untuk memastikan konsumen tetap memperoleh produk berkualitas dengan harga kompetitif sehingga merek MDIY tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Selain mempertahankan strategi harga, MDIY juga terus memperkuat bauran produknya. MDIY secara konsisten melakukan penyegaran terhadap produk-produk yang sudah ada agar tetap sesuai dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Di saat yang sama, perusahaan dengan merek MR D.I.Y itu juga memperluas kategori produk khususnya untuk berbagai perlengkapan dan peralatan rumah tangga. Tidak hanya itu, MDIY mengembangkan produk dengan merek sendiri. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan diferensiasi produk sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di industri ritel.
Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) Bangun Kapal FSRU US$ 319,69 Juta, Gandeng Hyundai Industries Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia menilai, pengembangan i
n-house brand salah satu strategi yang cukup efektif bagi pelaku ritel modern. Menurutnya, produk merek sendiri memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola harga jual, struktur biaya maupun kualitas produk. Melalui pengembangan
in-house brand, MDIY memiliki kontrol yang lebih baik terhadap
pricing, cost maupun
quality. "Strategi ini salah satu langkah cerdas menjaga volume penjualan sekaligus mempertahankan
overall blended pricing yang tetap kompetitif dibanding pesaing,” ujar Catherine, dalam keterangannya, Kamis (2/7). Menurutnya, strategi bauran produk yang tepat juga berdampak pada kualitas laba MDIY semakin baik. Hal ini karena perolehan laba juga didukung oleh arus kas operasional yang sehat yang tercermin dari semakin cepatnya perputaran persediaan barang di seluruh jaringan toko. Pada kuartal I 2026,
inventory turnover days MDIY tercatat membaik menjadi 188 hari dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mencapai 224 hari. Perbaikan tersebut menunjukkan barang lebih cepat terjual sehingga uang yang mengendap dalam bentuk persediaan dapat kembali menjadi kas dalam waktu yang lebih singkat. Perputaran stok yang semakin cepat merupakan indikator bahwa operating cash flow juga membaik. Ini berkat juga berkat dari strategi pricing maupun bauran produk yang sesuai. "Di sisi lain, profitabilitas MDIY tidak hanya tercermin dari laba akuntansi, tetapi juga didukung oleh kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasional,” jelas Catherine. Secara fundamental, MDIY juga mengawali tahun 2026 dengan hasil yang kuat. Pada kuartal I 2026, pendapatan meningkat 31% secara tahunan menjadi Rp2,4 triliun.
EBITDA tumbuh 28,4% menjadi Rp728 miliar, sementara laba bersih melonjak 35,5% menjadi Rp307 miliar. Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan yang tetap sehat baik dari sisi penjualan maupun profitabilitas. Catherine menilai, strategi pricing dan bauran produk yang tepat serta profitabilitas dan arus kas yang solid mampu menempatkan MDIY emiten ritel yang unggul dibandingkan dengan pesaing/peers. Bagi investor, pemegang saham MDIY sepakat membagi dividen tunai sebesar 40% dari laba bersih tahun buku 2025. Pembagian dividen ini menjadi dividen perdana Mr DIY sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Manajemen menjelaskan, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 17,62 per saham. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News