KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (
JTPE) menargetkan pertumbuhan penjualan dengan level dobel digit pada tahun 2026. Manajemen JTPE menilai target tersebut cukup realistis dengan upaya melanjutkan momentum positif dari kinerja tahun lalu. Sampai dengan kuartal III-2025, JTPE membukukan penjualan senilai Rp 1,26 triliun atau tumbuh 12,5% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih JTPE tumbuh lebih tinggi dengan kenaikan 27,90% (yoy) menjadi Rp 153,03 miliar.
Direktur Utama Jasuindo Tiga Perkasa, Allan Wibisono Oei mengungkapkan bahwa untuk mencapai target penjualan pada tahun ini, JTPE akan menggenjot ekspansi pasar ekspor dan domestik. Salah satunya melalui kemitraan strategis di Asia.
Baca Juga: Segera Rampung, Lintasan LRT Jakarta di Atas Tol Wiyoto Wiyono Sudah Tersambung 100% JTPE juga akan melakukan perluasan kapasitas produksi untuk produk
high security document, sehingga kemampuan produksi paspor dan komponen paspor bisa ditingkatkan. Asal tahu saja, JTPE merupakan emiten yang bergerak di bidang penyedia solusi percetakan sekuriti mulai dari identitas, pembayaran, perlindungan merek, serta percetakan komersial. “Kontributor terbesar penjualan tahun ini diproyeksikan masih akan berasal dari lini bisnis sekuriti, mengingat terus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk dengan pengamanan yang tinggi,” ungkap Allan dalam rilis yang disiarkan pada Selasa (13/1/2026). Di sisi lain, JTPE terus mengembangkan segmen brand protection yang juga masuk pada lini bisnis sekuriti, dimana permintaannya diproyeksikan akan meningkat. Produk-produk
brand protection yang dikembangkan meliputi: solusi
secure labels (RFID dan stiker label otomotif), solusi
tamper evident (segel, pita pengaman,
shrink wrap untuk makanan dan farmasi), solusi hologram, serta solusi anti-counterfeit seperti kode QR dan NFC untuk autentikasi. Seiring dengan peningkatan kebutuhan proteksi dari konsumen, JTPE melakukan penambahan kapasitas produksi untuk
security packaging dan label. Peningkatan ini diharapkan akan menyumbang pertumbuhan double-digit baik dari sisi kapasitas maupun penjualan.
Allan melanjutkan, JTPE juga gencar melakukan pengembangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID), sebuah perangkat nirkabel untuk mengidentifikasi atau melacak objek. RFID memiliki beragam aplikasi, termasuk sistem e-toll, akses karyawan, akses gedung, pelacakan aset serta inventaris, dan lainnya. Komitmen JTPE di bidang ini diwujudkan melalui rencana perluasan pasar RFID lewat joint venture dengan salah satu pemain security terkemuka di Asia untuk mengembangkan komponen RFID. Saat ini, Perusahaan memiliki kapasitas untuk memproduksi RFID menjadi barang jadi. Kerja sama ini akan memungkinkan produksi bahan setengah jadi yang dapat digunakan oleh JTPE sendiri maupun dijual ke pasar ekspor dan domestik lainnya.
“Kami berharap kemitraan ini dapat mengantarkan JTPE menjadi penyedia RFID dan komponen RFID terbesar di Indonesia yang mampu melayani kebutuhan ekspor dan domestik, sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang Perusahaan,” tutup Allan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News