Strategi Jeffrey Cheah Bangun Gurita Bisnis: Dari Bekas Tambang Jadi Aset Triliunan



KONTAN.CO.ID -  Keberhasilan Sunway Group dalam mendominasi peta bisnis di Malaysia tidak terlepas dari peran krusial pendiri sekaligus pemimpinnya, Jeffrey Cheah. 

Sebagai salah satu konglomerat paling berpengaruh di Asia Tenggara, Sunway telah bertransformasi dari sebuah perusahaan tambang timah yang hampir mati menjadi grup bisnis terdiversifikasi dengan fokus pada sektor properti, pendidikan, kesehatan, hingga perhotelan. 

Langkah strategis yang diambil Cheah dalam beberapa dekade terakhir mencerminkan ketajaman analisis pasar yang sering kali menjadi rujukan bagi para investor di kawasan regional, termasuk Indonesia.


Baca Juga: Profil Lucy Guo: Sosok Miliarder Termuda yang Geser Posisi Taylor Swift

Ketangguhan model bisnis Sunway terlihat dari kemampuannya bertahan di tengah fluktuasi ekonomi global. Jeffrey Cheah menekankan bahwa keberlanjutan atau sustainability bukan sekadar jargon, melainkan inti dari setiap keputusan investasi yang diambil perusahaan. 

Pendekatan ini terbukti efektif dalam menjaga kepercayaan pemegang saham dan kredibilitas grup di mata lembaga pemeringkat kredit internasional.

Jejak Kekayaan dan Pengaruh di Sektor Ekonomi

Berdasarkan data yang dilansir dari Forbes, kekayaan bersih Jeffrey Cheah tercatat mencapai US$ 2,4 miliar atau setara Rp 40,52 triliun (kurs Rp 16.887 per Dolar AS). 

Kekayaan ini membawanya masuk dalam jajaran orang terkaya di Malaysia, sekaligus memberikan pengaruh signifikan terhadap kebijakan ekonomi swasta di negara jiran tersebut.

Pertumbuhan kekayaan Cheah sangat erat kaitannya dengan kinerja saham Sunway Berhad dan Sunway Construction yang tercatat di Bursa Malaysia. 

Investor melihat portofolio Sunway sebagai aset defensif namun tetap menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang yang stabil. 

Fokus Cheah pada sektor infrastruktur dan kesehatan memberikan perlindungan terhadap volatilitas pasar yang sering terjadi di sektor komoditas atau ritel murni.

Transformasi Lahan Bekas Tambang Menjadi Kota Mandiri

Salah satu pencapaian yang paling diakui secara internasional adalah keberhasilan Sunway dalam mengubah lahan bekas tambang timah yang terbengkalai menjadi Sunway City Kuala Lumpur. 

Wilayah ini kini menjadi pusat ekonomi baru yang mengintegrasikan hunian premium, pusat perbelanjaan, universitas, hingga rumah sakit berstandar internasional. 

Melansir informasi dari laman resmi Sunway, visi Cheah adalah menciptakan ekosistem yang mandiri dan saling mendukung antar lini bisnis.

Keberhasilan proyek ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi pengembangan properti dan kawasan industri:

  • Integrasi Multisektoral: Menggabungkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai penarik massa utama untuk mendukung sektor ritel dan properti.
  • Penerapan Konsep Hijau: Melakukan rehabilitasi lahan secara masif untuk meningkatkan nilai aset properti dalam jangka panjang.
  • Kemitraan Strategis: Bekerja sama dengan institusi global untuk meningkatkan standar layanan dan teknologi di dalam kawasan.
Strategi diversifikasi ini membuat Sunway memiliki aliran kas yang stabil. Misalnya, pendapatan dari sektor pendidikan dan kesehatan cenderung bersifat non-cyclical, sehingga mampu menopang perusahaan saat sektor properti mengalami kelesuan akibat kenaikan suku bunga acuan.

Tonton: Harga Emas Antam Terpuruk Hari ini (6 Februari 2026)

Optimisme Masa Depan: The Best Is Yet To Come

Meski telah mendapatkan banyak kesuksesan, Jeffrey Cheah menyatakan bahwa periode terbaik bagi grup usahanya justru baru akan dimulai. 

Mengutip dari Bloomberg, Sunway saat ini tengah membidik ekspansi lebih luas di kawasan Asia Tenggara dan memperkuat penetrasi digital dalam setiap lini bisnisnya.  Cheah percaya bahwa pemulihan ekonomi pasca pandemi dan integrasi ekonomi ASEAN akan membuka pintu bagi proyek-proyek skala besar baru.

Selain bisnis, Cheah juga dikenal melalui kontribusinya di bidang filantropi melalui Jeffrey Cheah Foundation. 

Yayasan ini telah mendistribusikan beasiswa dengan nilai yang sangat fantastis, mencerminkan keyakinannya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dengan posisi keuangan yang kuat dan portofolio aset yang terdiversifikasi, Sunway tetap menjadi salah satu entitas bisnis yang menarik untuk dicermati perkembangannya di pasar modal Asia Tenggara.

Selanjutnya: Sentimen Moody’s Menekan Pasar, IHSG Dibuka Memerah

Menarik Dibaca: Diskon 50% CFC Hebat, Promo Paket Ayam Favorit Mulai Rp 26 Ribuan Saja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News