KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mengoptimalkan potensi industri minuman ringan nasional di tengah pelemahan daya beli masyarakat yang masih dirasakan pelaku usaha. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan, minuman ringan merupakan salah satu bagian dari subsektor minuman yang terdiri dari air minum dalam kemasan (AMDK), kopi dan teh kemasan, serta minuman sari buah dan minuman berkarbonasi. Secara volume, produk AMDK mendominasi pangsa pasar sebesar 62%. Hingga saat ini, tercatat setidaknya 126 unit industri minuman ringan dengan kapasitas produksi mencapai 15,5 miliar liter per tahun.
Strategi Kemenperin Menggenjot Pertumbuhan Industri Minuman Ringan Nasional
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mengoptimalkan potensi industri minuman ringan nasional di tengah pelemahan daya beli masyarakat yang masih dirasakan pelaku usaha. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan, minuman ringan merupakan salah satu bagian dari subsektor minuman yang terdiri dari air minum dalam kemasan (AMDK), kopi dan teh kemasan, serta minuman sari buah dan minuman berkarbonasi. Secara volume, produk AMDK mendominasi pangsa pasar sebesar 62%. Hingga saat ini, tercatat setidaknya 126 unit industri minuman ringan dengan kapasitas produksi mencapai 15,5 miliar liter per tahun.