Strategi Metland (MLTA) pada 2026: Siapkan Ekspansi Hotel, Residensial, dan Komersial



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) menyiapkan sejumlah agenda ekspansi untuk menopang kinerja tahun 2026, mulai dari bisnis perhotelan, residensial serta komersial. 

Anhar Sudradjat, Presiden Direktur Metropolitan Land menyampaikan, MTLA melakukan pengembangan hotel baru melalui pembangunan Metland Marron Hotel di Tomohon, Sulawesi Utara. Targetnya, hotel ini akan mulai beroperasi pada semester kedua mendatang. 

Selain itu, MTLA juga telah melakukan topping off Metland Smara Hotel Bekasi pada Januari lalu sebagai penanda selesainya struktur utama hotel bintang empat bisnis (city hotel) yang dilengkapi restoran rooftop dengan pemandangan Kota Bekasi.


Baca Juga: Metland (MTLA) Raih Marketing Sales Rp 677 Miliar per April, Rumah Tapak Jadi Andalan

Pada sektor komersial, Metland telah mengoperasikan G’AVEnue pada 13 Februari 2026, area terbaru di Grand Metropolitan Bekasi yang mengusung konsep semi outdoor. 

“Dengan dominasi tenant food & beverage guna melengkapi kebutuhan gaya hidup dan destinasi kuliner masyarakat Bekasi dan sekitarnya,” ungkap Anhar, dalam keterangannya, Kamis (28/5). 

Pada pengembangan proyek residensial, MTLA terus melanjutkan pengembangan dan pemasaran proyek residensial melalui peluncuran produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini, seperti cluster Neora di Metland Menteng, cluster Kertanata di Metland Kertajati dan cluster Brassia Garden di Metland Cikarang. 

Sementara itu, Perseroan juga melanjutkan pemasaran sejumlah produk unggulan lainnya, di antaranya cluster Walden di Metland Transyogi serta cluster Barcelona Cove, cluster South Tresor phase 2 di Metland Cyber Puri dan Havana Breeze di Metland Cibitung.

Baca Juga: Metropolitan Land (MTLA) Lanjut Kembangkan Proyek Baru, Kucurkan Capex Rp 790 Miliar

Manajemen terus melakukan inovasi serta strategi pemasaran digital untuk mendukung pertumbuhan penjualan dan menjaga daya beli masyarakat. Tahun 2026 MTLA menargetkan marketing sales yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue hampir sebesar Rp2 triliun. 

“Hingga April 2026, Perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp677 miliar, dengan kontribusi sekitar 73% berasal dari pre sales dan sekitar 27% dari recurring revenue,” tutup Anhar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News