KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mining Industry Indonesia (MIND ID) memanfaatkan kembali material sisa proses produksi sebagai bagian dari praktik pertambangan berkelanjutan. Holding Industri Pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjalankan sejumlah langkah, salah satunya dengan menekan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) maupun non-B3. Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengungkapkan komoditas dan produk mineral seperti aluminium, bauksit, nikel, tembaga, dan timah semakin dibutuhkan untuk mendukung elektrifikasi, pengembangan baterai, kendaraan listrik, serta perluasan jaringan energi. Binahidra menegaskan, peningkatan pengelolaan mineral strategis tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan sisa hasil produksi yang bertanggung jawab. "Karena itu, MIND ID menerapkan kerangka strategi keberlanjutan grup atau Sustainability Pathway. Salah satu fokusnya adalah minimisasi limbah melalui efisiensi operasional dan pemanfaatan kembali material hasil kegiatan pertambangan," kata Binahidra melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Senin (15/6/2026).
Strategi MIND ID Kelola Sisa Hasil Produksi, Tekan Limbah B3 Hingga 38%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mining Industry Indonesia (MIND ID) memanfaatkan kembali material sisa proses produksi sebagai bagian dari praktik pertambangan berkelanjutan. Holding Industri Pertambangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjalankan sejumlah langkah, salah satunya dengan menekan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) maupun non-B3. Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, mengungkapkan komoditas dan produk mineral seperti aluminium, bauksit, nikel, tembaga, dan timah semakin dibutuhkan untuk mendukung elektrifikasi, pengembangan baterai, kendaraan listrik, serta perluasan jaringan energi. Binahidra menegaskan, peningkatan pengelolaan mineral strategis tersebut harus diimbangi dengan pengelolaan sisa hasil produksi yang bertanggung jawab. "Karena itu, MIND ID menerapkan kerangka strategi keberlanjutan grup atau Sustainability Pathway. Salah satu fokusnya adalah minimisasi limbah melalui efisiensi operasional dan pemanfaatan kembali material hasil kegiatan pertambangan," kata Binahidra melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Senin (15/6/2026).
TAG: