Strategi Mutuagung Lestari (MUTU) Perkuat Portofolio Layanan Berbasis Green Economy



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) mengusung strategi untuk memperkuat portofolio layanan berbasis ekonomi hijau (green economy). Layanan ini mencakup carbon verification, sustainability assurance serta implementasi standar Environmental, Social, and Governance (ESG).

Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis MUTU Herliana Dewi mengungkapkan bahwa portofolio layanan berbasis green economy terus menunjukkan prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Kami melihat tahun 2026 sebagai fase penting dalam transformasi MUTU menuju perusahaan berbasis sustainability services," kata Herliana melalui keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).


Secara kinerja, pendapatan emiten yang bergerak di industri jasa Testing, Inspection dan Certification (TIC) dengan nama Mutu International ini mengantongi pendapatan sebesar Rp 68,39 miliar pada kuartal I-2026. Pendapatan MUTU menyusut 4,73% secara tahunan atau year on year (yoy).

Baca Juga: Harga Pertamax Turbo & Dexlite Melesat, Ini Penjelasan Pertamina

Sementara laba bersih MUTU turun 15,3% (yoy) menjadi Rp 4,87 miliar hingga Maret 2026. Manajemen Mutu International mengklaim bahwa kinerja MUTU pada kuartal I-2026 masih solid di tengah fase transformasi bisnis menuju layanan berbasis berkelanjutan.

Meskipun terdapat dinamika dari sisi pendapatan, MUTU tetap mampu menjaga profitabilitas melalui pengendalian biaya operasional dan optimalisasi lini bisnis bernilai tambah. Selain memperkuat porfotolio layanan berbasis green economy, MUTU juga melakukan efisiensi pada beban umum dan administrasi serta fokus pada layanan bernilai tinggi.

Herliana mengatakan, strategi tersebut turut menjaga stabilitas kinerja MUTU.

"Meskipun terdapat penyesuaian pada sisi pendapatan, kami tetap mampu menjaga kinerja yang sehat dan profitabilitas yang solid. Ini menunjukkan strategi kami dalam mengembangkan bisnis green economy, ESG dan perdagangan karbon berada di jalur yang tepat," jelas Herliana.

Ke depan, Herliana menegaskan bahwa Mutu International akan terus memperkuat ekspansi di sektor green economy, termasuk memanfaatkan peluang dari berkembangnya pasar karbon di Indonesia. Mutu International juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Mutu International juga berkomitmen untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui layanan yang berdampak langsung pada keberlanjutan lingkungan dan sosial.

Di samping transformasi ke bisnis berbasis green economy, Herliana menambahkan bahwa MUTU juga melirik peluang dari pertumbuhan ekonomi syariah dan industri halal.

 
MUTU Chart by TradingView

MUTU juga terus mengembangkan layanan berbasis ekonomi syariah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menangkap peluang di pasar halal global yang terus berkembang.

"Dengan fundamental yang kuat, struktur biaya yang terjaga, serta positioning strategis di sektor keberlanjutan, MUTU optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang lebih kuat pada kuartal-kuartal berikutnya," tandas Herliana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News