KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Strategi optimalisasi aset yang dijalankan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mulai membuahkan hasil. Perusahaan properti ini berhasil membalikkan kinerja sekaligus memperkuat struktur keuangan melalui kombinasi monetisasi aset dan pengurangan utang. Pada kuartal I-2026, APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 2,9 triliun, melonjak 232% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 874,5 miliar. Lonjakan ini turut mengangkat kinerja laba, dari rugi bersih Rp 55,6 miliar pada kuartal I-2025 menjadi laba bersih Rp 513,8 miliar. Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai perbaikan tersebut tidak lepas dari strategi asset recycling yang konsisten dijalankan perseroan.
"Turnaround APLN merefleksikan hasil dari strategi optimalisasi aset. Monetisasi aset matang mendorong pendapatan sekaligus memperbaiki laba," ujarnya dalam keterangannya seperti dikutip Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: Agung Podomoro (APLN) Ungkap Penjualan Mall Deli Park, Nilainya Rp 2,44 Triliun Sejak 2017, APLN aktif melepas sejumlah aset properti bernilai tinggi untuk mendanai proyek baru sekaligus menekan utang, terutama dalam mata uang asing. Beberapa aset yang telah didivestasi antara lain Central Park Mall, Neo Soho Mall, Pullman Ciawi Vimala Hills, hingga Deli Park Mall Medan. Langkah ini berdampak langsung pada penurunan beban utang dan perbaikan profil risiko. Dengan berkurangnya eksposur utang valas, tekanan dari fluktuasi kurs dan beban bunga ikut menurun. Struktur permodalan perusahaan pun dinilai menjadi lebih sehat dan stabil.
Dalam konteks industri, strategi asset recycling dinilai sebagai pendekatan yang relevan untuk menjaga ketahanan bisnis di tengah siklus properti yang fluktuatif. Namun, keberlanjutan kinerja APLN tetap bergantung pada kemampuan menyeimbangkan penjualan aset dengan pengembangan proyek baru. Likuiditas yang lebih longgar saat ini memberi ruang bagi APLN untuk melakukan refinancing, menjaga operasional, serta melakukan ekspansi secara selektif. Kondisi fundamental yang membaik ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor, meski pasar masih menunggu konsistensi eksekusi ke depan. "Langkah ini bisa meningkatkan kepercayaan investor, terutama dari sisi stabilitas neraca. Namun pasar tetap menunggu konsistensi dan visibilitas pendapatan ke depan," kata Wafi.
Baca Juga: Rugi Agung Podomoro (APLN) Membengkak di Kuartal III 2025, Simak Rekomendasi Sahamnya Ke depan, APLN terus mengembangkan proyek properti di berbagai kota seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Karawang, Balikpapan, Medan, hingga Bali. Pengembangan kawasan hunian, pusat perbelanjaan, dan hotel menjadi fokus untuk memperkuat sumber pendapatan berulang. Corporate Secretary APLN Justini Omas menegaskan perseroan akan tetap mengandalkan strategi yang terukur dalam menangkap peluang sektor properti. "Dengan eksekusi yang disiplin dan matang, kami optimistis kinerja positif dapat terus berlanjut," ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News