Strategi Pelindo Regional 2 Banten Optimalkan Layanan Pelabuhan pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Banten mengoptimalkan layanan kepelabuhanan sejak awal tahun 2026 guna menjaga kelancaran arus logistik dan mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Banten dan sekitarnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kesiapan operasional, peningkatan kualitas layanan, serta konsistensi penerapan standar keselamatan dan keamanan di seluruh wilayah kerja. Pelindo memastikan seluruh layanan berjalan andal, efisien, dan memberikan kepastian bagi pengguna jasa.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten, Benny Ariadi, mengatakan bahwa awal tahun menjadi momentum penting untuk memastikan operasional pelabuhan berjalan optimal.


Baca Juga: Sinergi BUMN: Pelita Air dan Pos Logistik Teken Kerja Sama Kargo dan Penerbangan

“Awal tahun 2026 menjadi momentum bagi kami untuk memastikan seluruh layanan kepelabuhanan berjalan dengan baik, aman, dan tertib. Kami berupaya hadir sebagai mitra andal bagi pengguna jasa dengan pelayanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan,” ujar Benny dalam keterangan resmi, Jumat (9/1).

Menurut Benny, kesiapan infrastruktur, dukungan fasilitas pelabuhan, serta profesionalisme sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, mulai dari pengguna jasa hingga mitra kerja.

Selain itu, Pelindo Regional 2 Banten juga terus melakukan evaluasi layanan secara berkelanjutan dan memperkuat koordinasi internal guna meningkatkan efektivitas operasional. Penerapan prosedur kerja yang mengedepankan keselamatan dan kenyamanan menjadi bagian dari strategi menciptakan ekosistem pelabuhan yang kompetitif.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus barang dan jasa, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional secara berkelanjutan.

Ke depan, Pelindo Regional 2 Banten menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi layanan sejalan dengan agenda transformasi kepelabuhanan nasional.

“Pelayanan prima bukan hanya soal kelancaran operasional, tetapi juga membangun kepercayaan 

Baca Juga: Kementerian ESDM Pangkas RKAB Tambang 2026, Produksi Batubara Sekitar 600 Juta Ton

Selanjutnya: OJK Pastikan Penarikan Dana SAL Rp 75 T dari Himbara Tak Berdampak Signifikan

Menarik Dibaca: Tas Mewah Ada Hirarki Khusus Tergantung Brand, Ini Levelnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News