KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki tahun 2026, perbankan menempatkan kualitas kredit sebagai fondasi utama menjaga kesinambungan kinerja. Di tengah dinamika ekonomi yang masih menuntut kehati-hatian, bank memilih jalur pertumbuhan yang selektif. Menitikberatkan penyaluran kredit pada segmen ritel dan korporasi dengan arus kas yang stabil. Secara makro, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional tahun 2026 berada di kisaran sekitar 4,9%-5,7%. Pendorongnya, konsumsi domestik yang lebih kuat. Adapun pertumbuhan kredit diproyeksikan di kisaran 8%–12% pada 2026. Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia mengatakan, ada tantangan dalam penyaluran kredit perbankan pada 2026 karena data menunjukane fasilitas kredit belum dicairkan masih tinggi. Hal ini mencerminkan sikap kehati-hatian dari pelaku usaha dan bank dalam percepatan permintaan kredit.
Strategi Perbankan 2026, Fokus Kredit Ritel Demi Menjaga Profit
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki tahun 2026, perbankan menempatkan kualitas kredit sebagai fondasi utama menjaga kesinambungan kinerja. Di tengah dinamika ekonomi yang masih menuntut kehati-hatian, bank memilih jalur pertumbuhan yang selektif. Menitikberatkan penyaluran kredit pada segmen ritel dan korporasi dengan arus kas yang stabil. Secara makro, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang relatif stabil. Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional tahun 2026 berada di kisaran sekitar 4,9%-5,7%. Pendorongnya, konsumsi domestik yang lebih kuat. Adapun pertumbuhan kredit diproyeksikan di kisaran 8%–12% pada 2026. Analis Panin Sekuritas, Sarkia Adelia mengatakan, ada tantangan dalam penyaluran kredit perbankan pada 2026 karena data menunjukane fasilitas kredit belum dicairkan masih tinggi. Hal ini mencerminkan sikap kehati-hatian dari pelaku usaha dan bank dalam percepatan permintaan kredit.