Strategi Pertamina Hulu Energi Optimalkan Produksi Gas Saat Kebutuhan LNG Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan sejumlah strategi untuk meningkatkan produksi gas di tengah peningkatan kebutuhan gas alam cair (liquiefied natural gas/LNG).

Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan LNG dalam negeri menjadi angin segar sekaligus peluang bagi PHE. Khususnya, untuk melakukan monetisasi lapangan-lapangan gas hingga menggiatkan aktivitas eksplorasi.

Oleh karena itu, ia menyebut Subholding Upstream Pertamina ini akan terus berfokus mengembangkan pemanfaatan gas bumi guna memastikan ketersediaan pasokan energi yang berkelanjutan, sekaligus mendukung transisi energi nasional untuk mendukung era energi rendah emisi.


Hermansyah memaparkan bahwa upaya optimalisasi produksi gas dilakukan perusahaan melalui sejumlah program kerja strategis.

Baca Juga: Pertamina Benahi Sistem Digital BBM dan LNG Subsidi, Saring Konsumen yang Berhak

"Kami melakukan pengeboran sumur pengembangan secara agresif, optimasi fasilitas produksi, dan penahanan laju penurunan produksi alami atau decline rate," jelas Hermansyah saat dihubungi Kontan, Rabu (16/9/2026).

Ia pun melihat, ke depan, prospek produksi gas PHE dalam jangka menengah hingga panjang tetap positif. 

"Outlook positif ini didukung penemuan potensi cadangan gas baru di berbagai wilayah kerja Subholding Upstream Pertamina," imbuh Hermansyah.

Ia menambahkan, hingga akhir semester I-2026 saja, produksi gas PHE tercatat sebesar 2.756 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Diberitakan sebelumnya, Pertamina mengungkap kebutuhan LNG akan makin dominan setelah 2025. Bahkan, pada tahun 2029, LNG disebut akan mengisi lebih dari 50% seluruh pasokan gas nasional.

Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Tambah Blok Migas Eksplorasi Perkuat Cadangan Energi Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News