Strategi Pertamina Trans Kontinental Incar Laba Bersih di Atas Rp 1 Triliun pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengusung sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas kinerja di tengah berbagai tantangan yang membayangi industri maritim dan logistik pelayaran.

PTK optimistis masih bisa meraih laba bersih di atas Rp 1 triliun pada tahun 2026.

Plt Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental, Eko Cahyadi mengungkapkan bahwa kondisi geopolitik yang sangat dinamis membuat volatilitas harga minyak dan kurs bergerak lebih kencang.


Di tengah tantangan tersebut, PTK menargetkan bisa menjaga stabilitas kinerja keuangan dan operasional.

Baca Juga: Kapal Gamsunoro Milik Pertamina Lewati Selat Hormuz, Sempat Tertahan Sejak Maret 2026

"PTK tidak imun terhadap kondisi yang volatile tersebut. Meski dengan kondisi yang cukup challenging ini, kami komitmen untuk tetap menjaga laba bersih di atas Rp 1 triliun," kata Eko dalam media briefing pada Kamis (25/6/2026).

Strategi PTK tahun ini akan berfokus pada cost optimization, peningkatan efisiensi, optimalisasi operasi, hingga memperluas pangsa pasar layanan keagenan.

"PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan," terang Eko.

Eko membeberkan bahwa kinerja keuangan PTK konsisten menanjak selama tiga tahun terakhir.

Pendapatan operasi PTK meningkat dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) 11,5% pada 2023-2025. Dalam periode yang sama, laba bersih PTK tumbuh dengan CAGR 12,1%.

Baca Juga: Pertamina Datangkan 450.000 Barel Minyak dari Aljazair ke Cilacap, Pasokan BBM Aman

Berkaca dari kinerja tahun lalu, pendapatan operasi PTK naik sekitar 11% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 7,56 triliun menjadi Rp 8,39 triliun pada 2025. Sementara laba bersih PTK meningkat sekitar 23% (yoy) dari Rp 1,08 triliun menjadi Rp 1,32 triliun.

Eko menyoroti laba bersih PTK yang mampu tumbuh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan. Capaian ini merupakan hasil dari strategi pengelolaan dan efisiensi biaya yang dijalankan oleh PTK.

"Kenaikan pendapatan tidak serta merta menaikkan biaya. Kami jaga agar kenaikan biaya lebih rendah, sehingga net profit margin tumbuh lebih tinggi," jelas Eko.

Sebagai informasi, PTK merupakan anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina. PTK memiliki empat lini bisnis yakni: penyedia kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik di tepi pantai, serta layanan keagenan atau administrasi kebutuhan pelayaran. 

Sepanjang tahun 2025, PTK menjaga keandalan operasional 370 armada, yang menghasilkan fleet commercial days sebesar 358,52 hari. Adapun, armada PTK meliputi 9 unit offshore support vessel, 23 unit cargo carries, dan 338 marine support vessel & small crafts.

Baca Juga: Dasco Telepon Bos Pertamina, Bahas Ancaman PHK 55.000 Pekerja Imbas Harga Gas Mahal

Direktur Operasional Pertamina Trans Kontinental, Yudi Wibisono mengatakan PTK akan melanjutkan upaya untuk terus meningkatkan optimalisasi di setiap lini bisnisnya.

“Salah satu yang akan kami giatkan adalah layanan keagenan. PTK tidak hanya melayani kebutuhan administrasi pelayaran bagi bisnis captive atau kapal yang digunakan di Pertamina Group, namun lebih dari itu yakni kapal non Pertamina termasuk yang akan sandar di dalam dan luar negeri dengan regulasi otoritas setempat,” jelas Yudi.

Direktur Pemasaran Pertamina Trans Kontinental Albertus Anto Budi Santosa menambahkan, keandalan operasional menjadi prioritas utama PTK untuk memastikan setiap armada siap beroperasi dengan standar keselamatan yang tinggi serta memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan mitra kerja.

Selain pertumbuhan bisnis, PTK terus memperkuat aspek kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan atau HSSE (Health, Safety, Security and Environment).

Baca Juga: Listrik di Pulau Sembur Laut Minim, KDMP & Pertamina NRE Bangun PLTS 400 kWp

“Sejak tahun 2025, PTK mencanangkan program Vision Zero yang merupakan salah satu ambisi untuk mewujudkan zero illness, zero recordable incident, zero fraud bunker, dan zero pollution sebagai komitmen PTK dalam menjaga HSSE,” ujar Albertus.