JAKARTA. Perusahaan pembiayaan semakin kreatif dalam melakukan diversifikasi bisnis. PT Radana Bhaskara Finance Tbk (Radana Finance) tak mau ketinggalan mencicipi peluang emas ini. Evy Indahwaty Chairoellah, Presiden Direktur PT Radana Bhaskara Finance Tbk mengatakan, target pertumbuhan pembiayaan 2017 sebesar 30% dibanding tahun ini atau menjadi Rp 3,1 triliun. Untuk itu, pihaknya tidak ingin bergantung pada pembiayaan otomotif saja. Sebab, proyeksi penjualan kendaraan bermotor yang masih stagnan mendorong pihaknya kreatif menjajal peluang bisnis baru. Perusahaan dengan kode emiten HDFA ini akan lebih giat menggempur segmen bisnis multiguna. Radana menggolongkan bisnis multiguna meliputi motor bekas, mobil bekas dan Dana Griya Perumahan dan Project Financing (pembiayaan proyek).
Strategi Radana Finance agar 2017 bisa tumbuh 30%
JAKARTA. Perusahaan pembiayaan semakin kreatif dalam melakukan diversifikasi bisnis. PT Radana Bhaskara Finance Tbk (Radana Finance) tak mau ketinggalan mencicipi peluang emas ini. Evy Indahwaty Chairoellah, Presiden Direktur PT Radana Bhaskara Finance Tbk mengatakan, target pertumbuhan pembiayaan 2017 sebesar 30% dibanding tahun ini atau menjadi Rp 3,1 triliun. Untuk itu, pihaknya tidak ingin bergantung pada pembiayaan otomotif saja. Sebab, proyeksi penjualan kendaraan bermotor yang masih stagnan mendorong pihaknya kreatif menjajal peluang bisnis baru. Perusahaan dengan kode emiten HDFA ini akan lebih giat menggempur segmen bisnis multiguna. Radana menggolongkan bisnis multiguna meliputi motor bekas, mobil bekas dan Dana Griya Perumahan dan Project Financing (pembiayaan proyek).