KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Segar Kumala Indonesia Tbk (
BUAH) menyiapkan sejumlah strategi agar kinerja keuangan tetap bertumbuh tahun ini, meskipun di tengah ketidakpastian geopolitik. Direktur Utama Segar Kumala Indonesia, Renny Lauren mengatakan, tahun ini perusahaan akan melakukan ekspansi cabang di dua lokasi untuk memperluas jangkauan distribusi, tepatnya di Sulawesi bagian Utara dan Sumatera. "Dengan adanya rencana ini, perusahaan menargetkan kapasitas cold storage atau fasilitas penyimpanan bertambah 500.000 kilogram (kg) atau 500 ton," katanya kepada Kontan, Selasa (24/3/2026).
Baca Juga: H+1 Lebaran, Volume Kendaraan di Ruas Tol Astra Infra Melonjak Hingga 256% Di tengah ketidakpastian geopolitik imbas konflik Timur Tengah, Renny menyebut, prospek perdagangan buah-buahan ke depan masih dibayangi tantangan. Pasalnya, volatilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dapat memicu peningkatan biaya produksi perusahaan secara signifikan. "Hal ini tentu menjadi tantangan berat dalam menjaga stabilitas harga di pasar," imbuhnya. Mengatasi hal ini, lanjut Renny, pihaknya akan berkomitmen untuk terus memantau pergerakan daya beli masyarakat sambil merumuskan skema mitigasi harga yang paling tepat. Ekspansi terukur yang dilakukan hanya di dua wilayah sepanjang tahun ini juga merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah situasi yang masih dinamis. "Kami memang membatasi pada dua lokasi baru tahun ini, tapi itu adalah langkah strategis yang telah direncanakan dengan matang," imbuh Renny. Selain itu, perusahaan juga fokus memperkuat penetrasi pada produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini, sambil memaksimalkan potensi di daerah. Meskipun begitu, Renny bilang, perusahaan melirik dan memanfaatkan peluang meningkatnya gaya hidup belanja dengan bijak alias smart spending. Fenomena ini menurutnya membuka peluang bagi komoditas pangan berkualitas seperti buah-buahan. Maka itu, perseroan tetap mampu bertumbuh dan melanjutkan ekspansi sesuai rencana. Di tengah gejolak global yang belum tentu berakhir dalam waktu dekat, BUAH juga mengutamakan kualitas pertumbuhan bisnis di atas kuantitas. Dengan risiko pasar yang cukup tinggi, perusahaan menetapkan target pertumbuhan top line atau pendapatan tahun ini dengan lebih moderat di kisaran 3% hingga 4% dibanding tahun lalu. "Sebab, prioritas perusahaan saat ini adalah profitabilitas," ujar Renny.
Tak ketinggalan, perusahaan juga melakukan perbaikan struktur biaya secara internal agar mampu mendorong kenaikan margin laba bersih atau
net profit margin (NPM) hingga mencapai target 8%-10%. Perusahaan optimistis dapat mencapai bidikan ini guna memastikan tetap sehat dan kompetitif di sektornya.
Baca Juga: Kebijakan WFH Satu Hari Sepekan Bisa Tekan Pendapatan Pengemudi Ojol Hingga 20% Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangannya, kinerja BUAH pada 2025 bertumbuh signifikan dari tahun sebelumnya. BUAH membukukan pendapatan sebesar Rp 3,27 triliun pada 2025, meningkat 48% secara tahunan (yoy) dari penjualan neto tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,21 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan atau laba bersih juga naik 42,9% yoy menjadi Rp 50 miliar dari sebesar Rp 35 miliar pada tahun sebelumnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News