KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (
SMGR) atau SIG terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan di tengah dinamika industri yang semakin kompleks. Semen Indonesia menempatkan SDM sebagai penggerak utama transformasi bisnis melalui peningkatan kompetensi, digitalisasi pengelolaan talenta, hingga penguatan budaya inovasi. Direktur Human Capital Semen Indonesia, Hadi Setiadi, mengatakan kualitas SDM menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan.
Karena itu, pengembangan human capital tidak hanya diposisikan sebagai fungsi pendukung, tetapi sebagai elemen strategis yang mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Putuskan Tebar Seluruh Laba 2025 Sebagai Dividen "SIG memandang human capital bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan enabler untuk pertumbuhan kinerja perusahaan," kata Hadi dalam siaran pers, Jumat (19/6/2026). Melalui Human Capital Architecture, Semen Indonesia berfokus mempercepat penguasaan kapabilitas kritikal yang mendukung operational excellence, digital and commercial agility, serta cost transformation. Pendekatan ini dirancang agar perusahaan mampu beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan dan tuntutan bisnis yang terus berkembang. Transformasi pengelolaan SDM tersebut diperkuat melalui pengembangan Strategic Human Capital Information System (HCIS) Framework dan People Analytics. Sistem ini mengintegrasikan strategi human capital dengan pengambilan keputusan berbasis data sehingga perusahaan dapat merespons kebutuhan bisnis secara lebih cepat dan akurat.
SMGR juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam platform People Analytics untuk mendukung proses analisis dan pengambilan keputusan. Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan perusahaan memperoleh informasi yang lebih relevan dalam mengelola talenta dan menyusun kebijakan SDM. Langkah digitalisasi semakin diperkuat dengan peluncuran platform Elevate pada awal 2026. Platform yang dikembangkan sepenuhnya oleh tim internal SIG tersebut dirancang untuk mengelola seluruh siklus kinerja dan pengembangan karyawan, mulai dari penetapan indikator kinerja utama (KPI), pemantauan capaian, evaluasi kinerja, hingga perencanaan pembelajaran dan pengembangan talenta.
Baca Juga: Laba Semen Indonesia (SMGR) Melesat 88,7% Jadi Rp 80 Miliar di Kuartal I-2026 Selain itu, perusahaan juga mengembangkan dashboard digital yang memungkinkan pemantauan dan analisis pengelolaan biaya secara lebih efektif. Sistem ini membantu perusahaan mengidentifikasi peluang efisiensi sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pada aspek pengembangan talenta, SIG memastikan setiap program pembelajaran dan pengembangan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan bisnis. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mempercepat penguasaan kompetensi kritikal yang dibutuhkan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri. Tak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi, SIG juga terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan kerja. Berbagai program dan kompetisi inovasi digelar untuk mendorong karyawan menghadirkan solusi kreatif yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 2025, jumlah inovasi yang dihasilkan karyawan meningkat 23 persen menjadi 1.243 inovasi. Partisipasi karyawan dalam program inovasi juga naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 9.376 orang. Menurut Hadi, lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman menjadi fondasi penting bagi produktivitas dan kinerja jangka panjang perusahaan.
Baca Juga: Bidik Pasar AS, Semen Indonesia (SMGR) Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban "Kami meyakini bahwa lingkungan kerja yang sehat, aman, dan nyaman merupakan fondasi bagi produktivitas, keterlibatan, dan kinerja yang berkelanjutan," ujarnya.
Komitmen SIG dalam membangun SDM unggul dan mendorong inovasi tersebut akhirnya mendapat pengakuan nasional. Dalam ajang
Indonesia HR Excellence 2026, SIG meraih tiga penghargaan sekaligus dengan predikat
Excellent, yakni untuk kategori Learning & Development (L&D), HR Digitalization & People Analytics, serta Wellbeing Management. Penghargaan yang merupakan predikat tertinggi dalam ajang tersebut diserahkan oleh Dewan Juri Indonesia HR Excellence 2026, Priyantono Rudito, kepada Direktur Human Capital SIG Hadi Setiadi pada rangkaian Indonesia HR Excellence Conference and Awarding 2026 yang diselenggarakan SWA Media Group bersama Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) di Jakarta. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News