Strategi Sillo Maritime mengarungi 2018



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sillo Maritime Perdana Tbk berstrategi dalam ekspansi menambah kapal baru di tahun ini. Perusahaan pelayaran ini akan membeli kapal baru jika memang telah mendapatkan kontrak di tangan. Ini untuk menghindari kerugian dan memaksimalkan efektivitas. 

Direktur Operasional Sillo Maritime, Sumanto Hartanto mengatakan, saat ini Sillo kembali berencana untuk mengikuti tender penyewaan kapal. Namun dia masih merahasiakan detail tender tersebut.

Sebelumnya, perusahaan berkode saham SHIP di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu baru saja mendapat kontrak baru dari Petrochina International Jabung Ltd. Perusahaan ini bakal menyiapkan dana untuk membeli kapal Floating Storage Offloading (FSO) baru pasca mendapat kontrak senilai US$ 76,32 juta tersebut. 


Secara teknis, sebelum kapal tersebut beroperasi, pelanggan kapal Sillo Maritime bakal menanti sekitar 9 bulan sebelum kapal tersebut beroperasi karena harus dibongkar dan disesuiakan dengan kebutuhan pelanggan. Mengutip catatan Kontan.co.id sebelumnya, harga satu buah kapal FSO berkisar US$ 24 juta.

Sumanto mengungkapkan, perusahaannya bakal mengincar kontrak jangka panjang agar kapal yang dibeli tetap produktif digunakan. Untuk itu Sillo cukup selektif dalam mengikuti tender. "Jika kontrak hanya 6 bulan, setelah 6 bulan kapal tidak digunakan, kami bisa jadi bangkrut," ungkapnya.

Selain kontrak anyar tersebut, perusahaan ini juga bakal mulai mengoperasikan kapal tanker pada bulan Februari atau Maret ini yang dibeli pada Agustus 2017 lalu untuk memenuhi proyek Conoco dengan masa kontrak 5 tahun. "Ini kapal sejenis FSO, tetapi agak berbeda sedikit," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini