KONTAN.CO.ID - BEKASI. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menargetkan tetap menjaga porsi
recurring income (pendapatan berulang) sebesar 25% hingga 30% dari pendapatan konsolidasi 2026. Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adi mengatakan bahwa untuk diketahui, saat ini
recurring income SMRA mencapai 27% dari total pendapatan perseroan. “Kami berupaya agar pertumbuhan
property development tidak membuat persentase
recurring income menurun. Kami menjaga keseimbangan pertumbuhan
property development dan
property investment,” katanya dalam konferensi pers di Summarecon Mal Bekasi 2, Kota Bekasi, Rabu (4/2/2026).
Untuk mengoptimalkan porsi
recurring income, salah satu langkah yang ditempuh perseroan ialah ekspansi bisnis mal. Teranyar, perseroan meresmikan Summarecon Mal Bekasi Tahap 2 (SMB 2) untuk melanjutkan mal SMB 1 yang mencatat tingkat kunjungan yang tangguh.
Baca Juga: Dukung Mobilitas Perkotaan, Centrepark Perkuat Pengelolaan Parkir Berbasis Teknologi Adrianto menuturkan, ekspansi mal ini bukan sekadar menambah luas, tetapi juga upaya pihaknya merespons adanya kebutuhan masyarakat akan fasilitas gaya hidup yang lebih lengkap. Dus, tak hanya menghadirkan gerai ritel mal, SMB 2 mengusung konsep gaya hidup sehat (
wellness) dengan menghadirkan
wellground sport center di area atas mal, yang dilengkapi fasilitas olahraga seperti lapangan padel, basket, tenis, futsal, gym, hingga kolam renang. Beriringan dengan konsep tersebut, di SMB 2, perseroan pun menambah
tenant ritel active lifestyle, salah satunya adalah Adidas dan New Balance. Adrianto membeberkan, SMB 2 memiliki
net leasable area (NLA) atau luas area yang dapat disewakan sekitar 125.000 meter persegi. Adapun, perseroan menggelontorkan Rp 1 triliun untuk membangun mal tahap 2 ini, yang bersumber dari dana internal dan pinjaman bank. Hingga saat ini, okupansi tenant di SMB 2 disebut telah terisi 85% dan diproyeksikan akan segera penuh, khususnya saat momentum Ramadan dan Lebaran yang akan diisi banyak gerai baru. Adrianto optimistis, kehadiran SMB 2 akan memperkuat recurring income perseroan di 2026. Meskipun belum menetapkan angka target, perseroan meyakini marketing sales keseluruhan akan bertumbuh. Yang terang, tahun lalu,
marketing sales SMRA berhasil melampaui bidikan. “Target
marketing sales di 2025 ‘kan Rp 5 triliun, tapi kami mencapai Rp 5,5 triliun, melebihi target,” ungkap Adrianto. Dari capaian tersebut, lanjutnya, township Summarecon Serpong jadi kontributor terbesar dengan menyumbang 45% ke marketing sales 2025. Ke depan, ia menyebut perseroan akan tetap berfokus mengembangkan sembilan township yang dimiliki. “Segmen kelas menengah yang sebelumnya menghadapi tantangan (daya beli), harapan kami (daya belinya) sudah improve pada tahun ini,” kata Adrianto. Sebagai informasi, hingga kuartal III-2025, SMRA membukukan laba bersih sebesar Rp 549,57 miliar sepanjang Januari-September 2025, turun 41,35% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, pendapatan neto turun 14,86% YoY ke level Rp 6,41 triliun dari Rp 7,53 triliun pada periode yang sama di tahun 2024.
Baca Juga: Multicrane Perkasa Sebut Program Waste to Energy Bisa Angkat Industri Alat Berat Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News