Strategi tiket.com Optimalkan Layanan Pemesanan di Tengah Kenaikan Harga Avtur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Platform online travel agent (OTA) sebagai penyedia layanan pemesanan perjalanan turut menyiapkan strategi di tengah kenaikan harga avtur yang dapat mengerek harga tiket pesawat.

Salah satunya PT Global Tiket Network atau tiket.com. Meski tak berperan sebagai penentu harga, tiket.com berupaya agar konsumen tetap dapat menikmati perencanaan perjalanan ataupun liburan sekalipun di tengah fluktuasi harga.

Public Relations Senior Manager tiket.com, Sandra Darmosumarto mengatakan, harga tiket pesawat pada dasarnya ditentukan oleh maskapai dan dipengaruhi berbagai faktor. Seperti biaya operasional termasuk avtur, serta dinamika supply dan demand.


Baca Juga: GIPI: Okupansi Hotel Diprediksi Turun 20% usai Harga Fuel Surcharge Melonjak

Untuk memastikan konsumen mendapat pengalaman yang tetap optimal dalam pemesanan tiket, tiket.com kata Sandra mengedepankan transparansi harga, serta kemudahan dalam membandingkan dan memilih opsi yang paling sesuai kebutuhan.

"Kami juga fokus menghadirkan proses booking yang seamless hingga dukungan untuk refund dan reschedule," jelasnya kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).

Sandra melanjutkan, tiket.com tetap optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis tahun ini. Hal ini ditopang penguatan berbagai lini bisnis, baik di segmen transportasi, akomodasi, maupun lifestyle dan entertainment.

Kata Sandra, tiket.com juga akan terus menghadirkan pengalaman perjalanan yang fleksibel dan aksesibel bagi konsumen, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra di industri.

Selain untuk menyokong pertumbuhan bisnis tiket.com, strategi tersebut diharapkan dapat tetap mendorong peningkatan ekonomi leisure domestik.

Dari sisi tren pemesanan, di tengah kondisi ekonomi dan global yang menantang, pihaknya melihat pola yang lebih terencana dan mindful sejak awal tahun hingga kuartal kedua yang masih berjalan.

Tiket.com mencatat, wisatawan kini cenderung meluangkan waktu lebih panjang untuk mempertimbangkan destinasi, anggaran, hingga fleksibilitas perjalanan sebelum melakukan pemesanan.

Perubahan perilaku ini tampak dari meningkatnya tren early booking, short trip, pemanfaatan promo, hingga preferensi terhadap perjalanan yang lebih fleksibel dan praktis. 

"Data tiket.com juga menunjukkan mayoritas pemesanan kini dilakukan dalam rentang 4–21 hari sebelum keberangkatan, mencerminkan pola perjalanan yang tidak lagi spontan, melainkan semakin terukur," imbuh Sandra.

Baca Juga: Kenaikan Fuel Surcharge Jadi 50% Picu Lonjakan Harga Tiket Pesawat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News