Strategi WEHA Tingkatkan Kinerja hingga Akhir Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT WEHA Transportasi Tbk (WEHA) melanjutkan strategi ekspansi dan diversifikasi untuk memperkuat kinerja keuangan dan operasional hingga akhir tahun.

Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata mengatakan, perusahaan menargetkan penambahan sekitar 30-50 unit kendaraan hingga akhir tahun.

"Penambahan armada menjadi salah satu fokus karena infrastruktur operasional sudah ada, tinggal capital expenditure (capex) untuk menambahkan mobilnya," katanya kepada Kontan di Jakarta, Rabu (12/8/2026).


Menurut Andrianto, penambahan armada akan lebih diarahkan untuk memperkuat rute-rute yang sudah memiliki tingkat permintaan tinggi dibandingkan membuka banyak rute baru.

Baca Juga: Laba DFI Retail Nusantara (HERO) Turun 16,6% di Semester I-2026

"Penambahan rute tidak akan sebanyak nambahin armada. Kita fokus ke nambahin armada-armada ke rute-rute kita yang sudah gemuk," ujarnya.

Ia menjelaskan, perusahaan juga akan melakukan evaluasi terhadap rute yang masih memiliki potensi peningkatan utilisasi. Dengan tambahan armada, WEHA berharap dapat menekan biaya tetap (fixed cost) per unit kendaraan, seiring meningkatnya volume operasional.

Selain memperkuat rute yang sudah berjalan, pada semester kedua ini WEHA berencana memperluas jaringan shuttle berbasis multimoda dari dan menuju bandara, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Juanda Surabaya.

"Ke depan kita mau terus tambahin banyakin rute-rute dari dan ke bandara. Karena memang di luar intercity shuttle, optimalisasi multimoda ini menjadi strategi kita berikutnya," beber Andiranto.

Untuk mendukung ekspansi armada, ia memperkirakan kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) WEHA hingga akhir tahun masih sekitar Rp 20-30 miliar. Namun, Andrianto menegaskan, tambahan armada tetap akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kelayakan investasinya ke depan.

Selain ekspansi jumlah armada, WEHA juga mengandalkan strategi diversifikasi melalui penggunaan kendaraan listrik (EV). Melalui Daytrans, perusahaan mulai mengoperasikan shuttle EV Farizon SuperVan sebagai bagian dari transisi EV.

Tahun ini, alih-alih mengejar pertumbuhan pendapatan yang agresif, WEHA disebut berfokus memperbaiki margin perusahaan. Meskipun, WEHA tetap memiliki target kenaikan pendapatan di kisaran 10-15% hingga akhir 2026.

Penggunaan kendaraan listrik yang baru dimulai ini pun diharapkan dapat membantu memulihkan margin melalui pengurangan biaya operasional. "Iya (untuk memperbaiki margin). Karena kita expect, cost dari EV ini lebih murah nantinya," imbuhnya.

Dari sisi pelanggan, Andrianto mengatakan, sekitar 70% penumpang WEHA saat ini merupakan pelanggan yang kembali menggunakan layanan, sementara 30% merupakan pelanggan baru. Menurutnya hal ini didukung oleh kualitas operasional yang selalu ditingkatkan perusahaan.

"Artinya, pelanggan sekalinya beli, itu akan beli lagi, meskipun kita sudah menaikkan harga layanan. Jadi kita berhasil menaikkan harga jual tanpa penurunan penumpang," imbuhnya.

Berdasarkan laporan keuangannya, pada separuh pertama tahun ini, WEHA mencatat pendapatan yang meningkat 10,6% secara tahunan/year on year (yoy) dari Rp 152,5 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp 168,7 miliar.

Di sisi lain, laba bersih tercatat Rp 11,7 miliar atau menurun 14% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak Rp 13,6 miliar. Adapun margin laba bersih tercatat sebesar 7%, turun dibandingkan dengan 8,9% pada semester I-2025.

Baca Juga: WEHA Ekspansi ke Kendaraan Listrik, Daytrans Bidik 30 Unit EV Farizon SuperVan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News