KONTAN.CO.ID - Chan Zuckerberg Initiative (CZI), organisasi filantropi milik CEO Meta Mark Zuckerberg dan istrinya, Dr. Priscilla Chan, terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 70 karyawan atau setara 8% dari total tenaga kerjanya. Langkah tersebut merupakan hasil dari kebijakan strategi organisasi yang kini sepenuhnya mengarah pada riset biomedis berbasis kecerdasan buatan (AI). Dilansir dari
Fortune, seorang juru bicara CZI mengonfirmasi bahwa PHK tersebut terutama terjadi di kantor pusat organisasi di Redwood City, San Mateo, California.
Baca Juga: Liang Wenfeng, CEO DeepSeek: Sosok di Balik Gebrakan Besar Industri AI Alasan PHK dan Penyesuaian Kebutuhan SDM
PHK yang dilakukan CZI berkaitan langsung dengan kebutuhan organisasi terhadap keahlian baru yang lebih relevan dengan misi riset ilmiah dan biomedis. Sebagian karyawan memang dapat dialihkan ke tim lain, namun tidak semua peran lama sesuai dengan kebutuhan baru organisasi. Hasilnya, CZI mengambil keputusan untuk mengurangi jumlah karyawan yang keahliannya tidak lagi selaras dengan arah strategis. Karyawan yang terdampak mendapatkan masa pemberitahuan selama 60 hari. Selain itu, mereka menerima paket pesangon yang mencakup gaji pokok selama 16 minggu dan perlindungan asuransi kesehatan. Sebagai tambahan, CZI juga membekali mereka dengan tunjangan sebesar US$10.000 (sekitar Rp167 juta) untuk membantu kebutuhan lainnya selama masa transisi. CZI tetap akan melakukan perekrutan, namun lebih fokus pada peran-peran ilmiah, seperti peneliti, ilmuwan data, ahli biologi komputasional, dan posisi lain yang mendukung riset berbasis AI.
Baca Juga: Amazon PHK 16.000 Karyawan: CEO Andy Jassy Dorong Transformasi AI Obsesi AI CZI Sejalan dengan Strategi Meta
Fokus CZI pada AI sepertinya dibuat sejalan dengan strategi yang juga dijalankan Meta. Meta telah menyatakan komitmennya untuk menggelontorkan dana antara US$115 miliar hingga US$135 miliar guna membangun agen AI di level “
superintelligent” yang akan digunakan untuk berbagai kebutuhan pengguna, mulai dari f
eed, iklan, hingga perdagangan digital. Dalam sebuah unggahan blog pada November lalu, Zuckerberg dan Chan menegaskan bahwa mempercepat kemajuan sains merupakan dampak paling positif yang dapat mereka berikan kepada dunia. Atas dasar itu, mereka menyatakan akan sepenuhnya mengandalkan biologi berbasis AI sebagai fokus utama filantropi mereka di masa mendatang.
Baca Juga: Profil Jamie Dimon: CEO JPMorgan, Bankir Paling Berpengaruh di Wall Street Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News