Strategy Borong 950 Bitcoin, Keuntungan Belum Direalisasi Capai US$8 Miliar



KONTAN.CO.ID - Strategy kembali mengakumulasi Bitcoin setelah sempat menghentikan pembelian selama dua pekan. Di saat yang sama, perusahaan juga melanjutkan aksi pembelian kembali saham preferen STRC senilai US$174 juta.

Mengutip laporan Form 8-K yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat pada Senin (21/9/2026) dilansir dari laman Cointelegrah, Strategy membeli 950 Bitcoin dengan nilai sekitar US$75,7 juta sepanjang periode Senin hingga Minggu.

Pembelian tersebut dilakukan dengan harga rata-rata US$79.670 per Bitcoin.


Baca Juga: Harga Emas Bertahan di US$ 4.344 pada Pagi Ini (22/9), Tertekan Prospek Suku Bunga

Dengan transaksi ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy mencapai 846.000 BTC. Seluruh Bitcoin tersebut diperoleh dengan nilai sekitar US$63,8 miliar, dengan harga akuisisi rata-rata US$75.416 per Bitcoin, termasuk biaya dan beban transaksi.

Saat harga Bitcoin berada di sekitar US$84.925, nilai kepemilikan Bitcoin Strategy tercatat jauh di atas harga rata-rata perolehannya. Selisih tersebut menghasilkan keuntungan yang belum direalisasikan sekitar US$8,05 miliar.

Aksi pembelian Bitcoin tersebut dilakukan ketika Strategy terus menyeimbangkan strategi akumulasi aset kripto dengan pengelolaan instrumen saham preferen serta cadangan kas perusahaan.

Saham Strategy, yang dikenal sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, naik 7,4% menjadi US$165,2 dalam perdagangan pra-pasar Senin, berdasarkan data Yahoo Finance.

Pada hari yang sama, Strive, perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar kelima, juga mengumumkan pembelian Bitcoin.

Strive menambah 1.355 BTC pada pekan lalu sehingga total kepemilikannya menjadi 26.355 BTC. Saham Strive naik 6,44% menjadi US$32,03 dalam perdagangan pra-pasar.

Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.885, Won Korea Menguat 1,08% pada Selasa (22/9)

Buyback STRC US$174 juta

Selain membeli Bitcoin, Strategy juga melanjutkan program pembelian kembali saham preferen perpetual STRC.

Sepanjang pekan yang sama, Strategy membeli kembali sekitar 1,77 juta saham STRC dengan nilai sekitar US$174 juta.

Harga STRC naik 0,35% menjadi US$98,85 dalam perdagangan pra-pasar Senin.

Strategy menyatakan masih memiliki dana sekitar US$875,1 juta yang tersedia dalam program buyback saham preferen.

Perusahaan juga masih memiliki sisa dana US$1 miliar dalam program pembelian kembali saham MSTR.

Di sisi lain, Strategy tidak melakukan penjualan saham melalui program at-the-market (ATM) sepanjang periode 14-20 September. Artinya, perusahaan tidak memperoleh tambahan dana melalui skema tersebut selama periode tersebut.

Baca Juga: WIKA Tunda Pembayaran Sukuk, Pefindo Turunkan Rating Jadi Gagal Bayar

Cadangan kas menyusut

Di tengah aksi pembelian Bitcoin dan buyback saham preferen, posisi kas yang dapat digunakan Strategy ikut menurun.

Saldo "USD Cash" Strategy turun hampir 20% menjadi US$1,05 miliar dari sebelumnya US$1,30 miliar pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, saldo "USD Reserve" turun menjadi US$5,04 miliar dari US$5,10 miliar. Penurunan tersebut terjadi setelah perusahaan menggunakan sekitar US$57,4 juta untuk membayar dividen saham preferen serta bunga atas utang yang masih berjalan.

Strategy menggunakan USD Cash untuk kebutuhan treasury yang lebih luas, termasuk pembelian Bitcoin dan pengelolaan modal.

Sementara USD Reserve terutama dialokasikan untuk menopang pembayaran dividen saham preferen dan bunga utang.

Baca Juga: IHSG Menguat ke 6.407,4 di Awal Perdagangan, Top Gainers LQ45: MEDC, AMMN, CPIN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News