Strategy Tambah 592 Bitcoin Senilai US$40 Juta, Catat Pembelian ke-100 Sejak 2020



KONTAN.CO.ID - Strategy kembali menambah kepemilikan Bitcoin dengan membeli 592 BTC senilai sekitar US$39,8 juta pekan lalu.

Transaksi ini menandai pembelian ke-100 sejak perusahaan mengadopsi strategi kas berbasis Bitcoin pada Agustus 2020.

Melansir dari Cointelegraph, berdasarkan dokumen pengajuan ke U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) pada Senin (23/2), pembelian terbaru dilakukan pada harga rata-rata US$67.286 per BTC, termasuk biaya dan pengeluaran lain.


Dengan tambahan tersebut, total kepemilikan perusahaan kini mencapai 717.722 BTC, yang diperoleh dengan total biaya akumulatif sekitar US$54,56 miliar.

Baca Juga: 25 Anggota Garda Nasional Meksiko Tewas Usai Penangkapan Bos Kartel “El Mencho”

Dibiayai Lewat Penjualan Saham

Akuisisi Bitcoin terbaru dibiayai melalui penjualan 297.940 lembar saham biasa Kelas A dalam program at-the-market (ATM) antara Selasa hingga Minggu. Penjualan saham itu menghasilkan dana bersih sekitar US$39,7 juta.

Menurut laporan yang sama, perusahaan tidak menjual saham preferen dalam periode pelaporan tersebut.

Sejak awal, Strategy secara konsisten memanfaatkan penerbitan ekuitas dan instrumen pasar modal lainnya untuk mendanai akumulasi Bitcoin.

Ketua Eksekutif Strategy Michael Saylor sebelumnya memberi isyarat pencapaian ini melalui unggahan di platform X dengan membagikan grafik pembelian Bitcoin perusahaan disertai keterangan “The Orange Century” istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan prospek jangka panjang Bitcoin.

Baca Juga: Ketidakpastian Tarif AS Dorong Emas Sentuh Level Tertinggi Sejak Januari

Hampir Enam Tahun Akumulasi

Strategy pertama kali membeli Bitcoin pada Agustus 2020 dengan alokasi awal US$250 juta.

Sejak itu, perusahaan terus menambah kepemilikan di berbagai siklus pasar, menjadikannya pemegang Bitcoin korporasi publik terbesar di dunia.

Menariknya, pembelian terbaru dilakukan saat harga Bitcoin masih berada di bawah rata-rata harga beli keseluruhan perusahaan sebesar US$76.020 per koin.

Dengan total 717.722 BTC yang kini bernilai sekitar US$47,5 miliar pada harga pasar saat ini, eksposur terhadap Bitcoin tetap menjadi inti strategi korporasi dan struktur permodalan Strategy, hampir enam tahun setelah pembelian perdananya.

Baca Juga: Ketidakpastian Tarif Trump, Wall Street Diperkirakan Bergerak Melemah

Dalam unggahan terpisah pada 20 Februari, Saylor kembali menegaskan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang Bitcoin: “Jika tidak menuju nol, maka menuju satu juta.”

Selanjutnya: Laba Bersih di Januari 2026 Stagnan, Saham Bank Mega (MEGA) Auto Reject 24,77%

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan