Studi Prudential Ungkap Tren Side Hustle Meningkat



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu pekerjaan kini kerap tak cukup. Di tengah kenaikan biaya hidup, side hustle menjadi jalan banyak orang Indonesia untuk menutup kebutuhan sekaligus mengejar tujuan finansial.

Studi Prudential plc mencatat, 43% responden di Indonesia memiliki pekerjaan tambahan. Fenomena ini mencerminkan dua hal, yakni tingginya dorongan produktivitas, sekaligus tekanan finansial yang memaksa diversifikasi pendapatan.

Di saat yang sama, beban ekonomi kian berat karena kuatnya tanggung jawab keluarga. Sebanyak 82% responden memprioritaskan keluarga, sementara hanya 35% yang tidak merasa perlu memberi dukungan finansial kepada orang lain. Artinya, mayoritas masih menanggung beban di luar kebutuhan pribadi.


Temuan ini menegaskan, side hustle bukan sekadar tren, melainkan strategi bertahan. Dalam Financial Wellbeing Index Prudential plc, kesehatan finansial diukur dari aspek keamanan dan kebebasan, baik saat ini maupun masa depan—dua hal yang kian sulit dicapai tanpa sumber penghasilan tambahan.

Baca Juga: Prudential Syariah Bagikan Tips Mengelola THR

Secara regional, kesiapan finansial masyarakat masih rapuh. Studi Prudential plc menunjukkan hanya 45% responden yang yakin mampu menghadapi pengeluaran tak terduga atau memiliki tabungan memadai di masa depan. Lebih rendah lagi, hanya 18% yang merasa punya akses cukup ke solusi keuangan.

Kondisi ini sejalan dengan rendahnya literasi finansial. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat literasi baru sekitar 66%. Artinya, kebiasaan finansial mulai terbentuk, tetapi pemahaman pengelolaan jangka panjang masih terbatas.

Di sisi lain, fondasi dasar sebenarnya sudah ada. Sebanyak 69% masyarakat rutin menabung dan 63% memiliki tujuan keuangan. Namun, tanpa kesiapan menghadapi risiko dan perencanaan jangka panjang, langkah ini belum cukup memperkuat ketahanan finansial.

Momentum Global Money Week 2026 dan program GENCARKAN dari Otoritas Jasa Keuangan menjadi pengingat: peningkatan pendapatan harus diiringi penguatan kesehatan finansial. Di tengah tren side hustle, penghasilan tambahan memang membantu, tetapi tanpa perlindungan dan strategi, kerentanan tetap tinggi.

Baca Juga: Prudential Sebut Unitlink Ini Bisa Jadi Pilihan di Tengah Volatilitas Pasar Modal

Karena itu, membangun safety net menjadi kunci, mulai dari dana darurat, asuransi, hingga pengelolaan sederhana seperti skema 40-30-20-10. Dengan penghasilan Rp6,5 juta, misalnya, alokasi ideal mencakup Rp 2,6 juta untuk kebutuhan, Rp1,95 juta untuk kewajiban, Rp1,3 juta untuk tabungan dan proteksi, serta Rp650 ribu untuk sosial.

Karin Zulkarnaen menegaskan, meningkatnya harapan hidup menuntut perencanaan finansial yang lebih matang. “Hal ini memerlukan akses solusi keuangan yang lebih luas agar masyarakat percaya diri mengelola keuangan di setiap tahap kehidupan,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Ke depan, kata dia, Prudential Indonesia berkomitmen memperluas akses perlindungan dan meningkatkan literasi. Sepanjang 2025, perusahaan ini telah menjangkau lebih dari 390.000 peserta—mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga UMKM dan kelompok disabilitas—melalui berbagai program edukasi finansial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News