Suahasil Jadi Menkeu, Pasar Saham Menanti Reset Kebijakan Fiskal



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto resmi mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029. Namun pergantian Menteri Keuangan tersebut sempat direspons negatif pelaku pasar pada awal perdagangan. Namun, tekanan IHSG berangsur mereda hingga penutupan perdagangan Senin (14/9).

Sebelum pelantikan di sekitar jam 15:00 WIB, indeks sempat terkoreksi hingga area 6.380. Namun IHSG kemudian berbalik menguat dan menutup perdagangan di level 6.534,69.

Posisi tersebut turun tipis 0,10% dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.541,38. Ini menunjukkan  tekanan pasar mereda setelah investor mencerna penunjukan Suahasil sebagai Menteri Keuangan.


Baca Juga: Pergantian Menkeu Jadi Perhatian Market, IHSG Ditutup Melemah Tipis

Co-Founder Pasardana & Pengamat Pasar Modal Hans Kwee menyebut respons pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan cenderung positif, terlihat dari pemulihan IHSG setelah sempat tertekan cukup dalam sepanjang perdagangan.

“Walaupun IHSG sempat melemah cukup dalam pada sesi pagi hingga siang akibat reaksi awal, pergerakan pasar berhasil membalikkan keadaan di sesi sore hingga koreksinya menjadi sangat tipis,” katanya kepada Kontan, Senin (14/9). 

Hans bilang penguatan kembali IHSG pada sesi sore menunjukkan pasar merespons transisi kepemimpinan tersebut secara cepat setelah memperoleh kepastian mengenai sosok Menteri Keuangan yang baru.

Menurutnya, dampak pergantian Menteri Keuangan juga berpotensi positif dalam jangka menengah hingga panjang. Suahasil dinilai memiliki pengalaman sebagai teknokrat dan memahami seluk-beluk kebijakan APBN.

“Suahasil merupakan teknokrat senior yang menguasai seluk-beluk APBN. Kehadiran beliau memberikan kepastian kontinuitas kebijakan serta menjaga reputasi disiplin fiskal Indonesia,” ucap dia.

Hans menyebut latar belakang Suahasil sebagai mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Wakil Menteri Keuangan dapat mendukung kelancaran transisi serta mengurangi risiko gangguan terhadap pelaksanaan kebijakan fiskal.

Di sisi lain, pelaku pasar tetap akan mencermati fokus awal Suahasil, terutama terkait optimalisasi penerimaan negara, efisiensi belanja, serta pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Selain itu, ketidakpastian eksternal seperti arah suku bunga global dan pergerakan harga komoditas juga menjadi tantangan yang perlu diantisipasi Menteri Keuangan baru.

Institutional Equity Sales & Research MNC Sekuritas Niko Margaronis menimpali respons menjelang penutupan cukup positif. Menurutnya, pasar kemungkinan melihat adanya kesenjangan komunikasi dalam kebijakan fiskal sebelumnya.

“Kemungkinan pasar melihat adanya kesenjangan komunikasi, sehingga diperlukan reset dalam komunikasi kebijakan fiskal dan keputusan penganggaran,” tuturnya. 

Niko menyebut pergantian Menteri Keuangan dapat menjadi momentum untuk memperbaiki cara pemerintah mengomunikasikan kebijakan fiskal dan keputusan anggaran kepada pelaku pasar.

Baca Juga: Pefindo Pertahankan Rating Petrosea (PTRO) di Level idA+

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News