Suahasil: Sinergi Fiskal APBN-Danantara Harus Diperkuat untuk Pertumbuhan Ekonomi RI



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan Danantara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta membangun kapasitas investasi Indonesia ke depan.

Suahasil mengibaratkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Danantara sebagai dua lengan negara yang harus bekerja bersama, saling mengisi dan memperkuat.

"Fiskal sama Danantara itu saudara kembar, kerjanya bareng, sinerginya harus terjadi. Komunikasinya harus lancar," kata Suahasil dalam forum refleksi Dua Tahun Pemerintahan  Prabowo-Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, Kamis (8/10/2026).


Baca Juga: UU Satu Data Disahkan, Tata Kelola AI Jadi Sorotan

Menurut Suahasil, APBN memiliki fungsi utama untuk pelayanan publik, pembangunan infrastruktur publik, perlindungan sosial, hingga mendukung operasional pemerintahan.

Sementara itu, Danantara sebagai konsolidator aset negara memiliki fungsi yang lebih diarahkan pada investasi.

Meski APBN juga menjalankan investasi, Suahasil mengatakan investasi melalui APBN lebih banyak difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar.

Adapun investasi Danantara diharapkan menjadi katalis bagi dunia usaha dan perekonomian sehingga mampu mendorong pelaku usaha untuk bergerak dan berinvestasi bersama.

"Investasi dari Danantara adalah investment catalyst. Bekerja untuk memastikan, meyakinkan kelompok pelaku usaha dan perekonomian, ayo bekerja bareng, bersama-sama," ujarnya.

Suahasil menilai sinergi fiskal dan Danantara juga harus berjalan beriringan dengan kebijakan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan. Menurutnya, stabilitas tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satu institusi.

Ia menyebut koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) antara kebijakan fiskal, moneter, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Danantara menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Berlaku Hari Ini! Bea Cukai Perketat Pengawasan Barang Impor Lewat X-Ray

"Karena ini adalah kerja bersama, enggak bisa hanya satu pihak yang menjamin stabilitas. Tidak bisa hanya satu pihak yang menjamin pertumbuhan. Kita kerjakan, kita bangun negeri ini bersama-sama dengan reformasi struktural yang harus tetap dijalankan," jelasnya.

Danantara dan APBN Saling Mengisi

Suahasil mengatakan pembentukan Danantara dalam dua tahun terakhir menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas investasi nasional dengan mengonsolidasikan kekayaan negara yang dipisahkan.

Menurut dia, aset-aset tersebut perlu digabungkan dan disinergikan agar dapat dikelola secara lebih efisien dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian.

"Gabungkan, sinergikan, buat supaya lebih efisien," katanya.

Ia pun berharap terdapat ruang-ruang efisiensi yang dapat membuat Danantara bekerja lebih kuat bersama APBN.

Suahasil kembali menegaskan bahwa hubungan APBN dan Danantara dapat dilihat sebagai dua lengan negara yang memiliki fungsi berbeda tetapi bekerja untuk tujuan yang sama.

Baca Juga: Suahasil Sebut APBN 2027 Akan Dioptimalkan untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%

"APBN dan Danantara itu, mau dibilang anak kembar boleh, mau dibilang saudara dekat boleh, mau dibilang teman bekerja sejalan boleh. Untuk apa? Untuk mewujudkan visi-visi besar Presiden, untuk mewujudkan visi-visi besar Republik Indonesia," tegasnya.

Menurut Suahasil, sinergi tersebut menjadi salah satu refleksi penting dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Kehadiran Danantara membuat kapasitas investasi negara dapat berjalan berdampingan dengan fungsi APBN.

"APBN dan Danantara itu harus bekerja bersama, seperti dua lengan kita yang bekerja bersama, saling mengisi, saling membantu. Dan ini adalah kita gunakan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," ujarnya.

Ia menambahkan, APBN akan terus didisiplinkan sekaligus dibuat tetap mampu bekerja keras dalam merespons kebutuhan perekonomian. Sementara itu, Danantara akan memiliki posisi strategis dalam memperkuat kapasitas investasi dan mendorong kegiatan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News