Subsidi berkurang, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diprediksi melambat tahun depan



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memprediksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun 2020 berpotensi tertahan atau bahkan melambat. Padahal, konsumsi rumah tangga merupakan penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal, salah satu yang memengaruhi turunnya konsumsi rumah tangga pada tahun depan adalah daya beli masyarakat.

Baca Juga: Dampak kebijakan moneter BI tahun ini belum terasa optimal pada tahun 2020


Hal ini disebabkan oleh sejumlah kebijakan pemerintah yang bisa mendorong inflasi dan menggerus daya beli, khususnya masyarakat menengah ke bawah. 

Faisal mengambil contoh kebijakan rencana penghapusan subsidi listrik golongan 900 VA. Menurutnya, ini akan berdampak pada 6,9 juta pelanggan yang harus mengeluarkan uang ekstra untuk membayar listrik.

Kedua, adalah dengan pemangkasan subsidi solar 50% dan juga adanya pemangkasan subsidi LPB 3 kg sebesar 22% dari Rp 69.604 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 54.435 miliar pada tahun 2020.

Baca Juga: Menyedot investasi langsung dari blok dagang terbesar di dunia

Selanjutnya yang menjadi kekhawatiran lain adalah kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga 100% untuk masyarakat kategori bukan penerimaan bantuan iuran (PBI).

Editor: Noverius Laoli