KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alokasi anggaran subsidi energi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 melonjak 20,1% menjadi Rp 272,95 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibanding proyeksi anggaran tahun ini sebesar Rp 227,25 triliun dengan asumsi parameter kurs rupiah hingga harga minyak mentah Indonesia (ICP). Manajer Riset dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Badiul Hadi menyatakan, dalam konteks tata kelola pemerintahan dan anggaran, kenaikan subsidi energi memang dapat menjaga stabilitas harga BBM, LPG 3 kg, serta daya beli masyarakat. Namun, lonjakan ini membawa dampak negatif bagi postur anggaran negara secara keseluruhan. "Subsidi yang semakin besar juga meningkatkan beban APBN dan ruang fiskal menjadi semakin sempit. Karena itu, persoalannya bukan sekadar berapa besar subsidinya, tetapi apakah subsidi tersebut benar-benar diterima kelompok masyarakat yang membutuhkan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (19/8/2026).
Subsidi Energi 2027 Melonjak Jadi Rp 272,95 Triliun, Ekonom Ingatkan Risikonya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alokasi anggaran subsidi energi pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 melonjak 20,1% menjadi Rp 272,95 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibanding proyeksi anggaran tahun ini sebesar Rp 227,25 triliun dengan asumsi parameter kurs rupiah hingga harga minyak mentah Indonesia (ICP). Manajer Riset dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Badiul Hadi menyatakan, dalam konteks tata kelola pemerintahan dan anggaran, kenaikan subsidi energi memang dapat menjaga stabilitas harga BBM, LPG 3 kg, serta daya beli masyarakat. Namun, lonjakan ini membawa dampak negatif bagi postur anggaran negara secara keseluruhan. "Subsidi yang semakin besar juga meningkatkan beban APBN dan ruang fiskal menjadi semakin sempit. Karena itu, persoalannya bukan sekadar berapa besar subsidinya, tetapi apakah subsidi tersebut benar-benar diterima kelompok masyarakat yang membutuhkan," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (19/8/2026).
TAG: