KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban fiskal negara akibat subsidi energi terus menunjukkan tren peningkatan di tengah fluktuasi harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal serius bagi ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengibaratkan, pengelolaan subsidi BBM saat ini layaknya pemerintah menuangkan air ke dalam tangki besar yang bocor. Air tersebut digambarkan sebagai uang negara yang tujuannya mulia agar masyarakat tidak kehausan energi. "Namun karena tangkinya bocor, sebagian air mengalir ke pihak yang tidak paling membutuhkan. Mobil pribadi kelompok menengah atas tetap bisa menikmati harga BBM subsidi. Pelangsir dan pengecer tidak resmi bisa mengambil keuntungan dari selisih harga," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2029).
Subsidi Energi Bocor Capai Rp 118,7 Triliun, Disebut Tak Tepat Sasaran
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban fiskal negara akibat subsidi energi terus menunjukkan tren peningkatan di tengah fluktuasi harga minyak mentah dan pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal serius bagi ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat mengibaratkan, pengelolaan subsidi BBM saat ini layaknya pemerintah menuangkan air ke dalam tangki besar yang bocor. Air tersebut digambarkan sebagai uang negara yang tujuannya mulia agar masyarakat tidak kehausan energi. "Namun karena tangkinya bocor, sebagian air mengalir ke pihak yang tidak paling membutuhkan. Mobil pribadi kelompok menengah atas tetap bisa menikmati harga BBM subsidi. Pelangsir dan pengecer tidak resmi bisa mengambil keuntungan dari selisih harga," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (8/5/2029).
TAG: